Breaking News:

Advertorial

BKKBN Provinsi Jambi Gelar Rakorda Program KKBPK 2019, Kemitraan Sinergis Perkuat Jejaring

BKKBN Provinsi Jambi menggelar Rakorda Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) tahun 2019.

IST
BKKBN Provinsi Jambi menggelar Rakorda Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) tahun 2019. Acara berlangsung di Abadi Convention Center, Rabu (13/3/2019). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jambi menggelar Rakorda Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) tahun 2019. Acara berlangsung di Abadi Convention Center, Rabu (13/3/2019).

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BKKBN Jambi Mukhtar Bakti SH MH menegaskan tidak dapat mengerjakan program KKBPK sendirian.

Kemitraan yang sinergis diperlukan untuk memperkuat jejaring pelaksanaan program KKBPK dalam upaya memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Dibeberkannya pula BKKBN telah lebih dulu menyelenggarakan Rakornis Kemitraan tahun 2019 di Jakarta pada 28 Februari lalu.

"Melalui Rakorda program KKBPK tahun 2019 ini kita perkuat sinergitas lintas sektor antara BKKBN, Provinsi dan OPD dinas pengendalian penduduk dan KB serta dengan segenap pemangku kepentingan dan mitra kerja dalam pelaksanaan program KKBPK," katanya.

Sementara itu, Gubernur Jambi melalui Asisten I Apani Saharudin yang didaulat membuka acara, mengakui berat dan membutuhkan komitmen tinggi dalam menangani permasalahan kependudukan.

Saat ini diketahui, TFR sebesar 2,31 sementara CPR sebesar 61,8 persen dan unmet need sebesar 9,9 persen.

Gubernur Jambi juga memaparkan enam arah kebijakan pembangunan kependudukan dan keluarga berencana 2019. Pertama, berfokus pada daerah tertinggal, terpencil, perbatasan dan daerah aliran sungai.

Kedua, mengaktifkan kembali kegiatan di kampung KB. Ketiga, mempunyai pemetaan fasilitas pelayanan kesehatan yang mampu memberikan pelayanan KB secara berkualitas.

"Keempat, setiap pemberian pelayanan KB di fasilitas kesehatan dilengkapi dengan NIK akseptor. Kelima, mendorong perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku pasangan usia subur dan wanita usia subur tentang pentingnya seribu hari pertama kelahiran," jelasnya.

Terakhir, Gubernur berharap sosialisasi dan promosi tentang genre harus lebih ditingkatkan. Tidak hanya untuk remaja perkotaan namun juga semua remaja di seluruh wilayah kabupaten/kota. Serta memperluas sasarannya dari mulai SMP, SMA dan mahasiswa juga memperhatikan generasi muda di luar jalur sekolah yang ada di masyarakat. (*)

Baca: BKKBN dan Dinas Kesehatan Provinsi Jambi Bentuk Tim Penjaga Mutu Layanan KB

Baca: BKKBN Provinsi Jambi Menggelar Seminar Kesehatan Reproduksi dan Kependudukan

Editor: Edmundus Duanto AS
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved