Ngotot, Kepala BPN Anthon Menolak Dipromosikan ke Riau, Bongkar Borok BPN & Minta Pensiun Dini

Saya akan ungkap, saya akan bedah sebedah-bedahnya. Selagi itu benar dan untuk kepentingan masyarakat

Ngotot, Kepala BPN Anthon Menolak Dipromosikan ke Riau, Bongkar Borok BPN & Minta Pensiun Dini
tribunjambi/syamsul bahri
Anton, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Muarojambi 

Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa dirinya secara tegas menolak untuk dilakukan mutasi dan memilih untuk tidak mau dilantik.

Sementara itu, Anthon lebih memilih untuk mengajukan pensiun dini, meskipun jabatannya di BPN Riau merupakan jabatan promosi.

"Tekat saya sudah bulat, bahwa mutasi ini tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Oleh karena itu saya minta pensiun," tegasnya.

ANTHON NILAI MUTASI DIRINYA MELANGGAR ATURAN

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Muarojambi, Anthon melakukan konferensi pers terkait dengan mutasi jabatan dirinya ke BPN Riau.

Hal ini karena Ia menolak secara langsung untuk dimutasi ke BPN Riau karena dianggap mutasi yang ditunjukkan kepada dirinya menyalahi aturan.

Perlu diketahui bahwa Anthon menjabat sebagai Kepala BPN Kabupaten Muarojambi baru empat Bulan. Ia baru dilantik pada 5 Oktober 2018 lalu yang sebelumnya Anthon menjabat sebagai Kepala BPN di Tanjung Jabung Timur.

Ia menjelaskan bahwa telah mendapatkan undangan dari Kepala Kantor BPN Riau terkait dengan pelantikannya.

Namun, dikatakannya bahwa Ia tidak memenuhi undangan tersebut, karena Ia menolak atas pelantikan yang akan dilakukan padanya

"Pemberitahuan dari Provinsi itu hari Jumat (8/3) kemarin, tapi saya tau pindahnya itu hari Rabu. Surat resmi itu hari jumat datang yang menyampaikan untuk melakukan pelantikan," jelasnya, Senin (11/3)

"Saya menyatakan menolak untuk dilantik sebagaimana undangan tersebut. Alasannya saya tidak mau dilantik atau dimutasi karena pelantikan tersebut menyalahi aturan," tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa pelantikan terhadap dirinya melanggar aturan yang tertuang di dalam Undang- Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.

Dikatakan Anthon bahwa dalam aturan tersebut seorang pejabat baru bisa dilakukan mutasi jika telah menjabat seminimal mungkin selama dua tahun.

"Sebagaimana Undang-undang Kepegawaian, yang di situ nyata-nyata menyatakan bahwa seorang pejabat bisa dilakukan mutasi sekurang-kurangnya dua tahun menjabat. Atau jika kinerja dianggap kurang cakap, satu tahun di tambah enam bulan, jika kerja tidak bagus itu satu setengah tahun," ungkapnya

"Ini saya baru empat bulan, saya di mutasi di Riau. Bukan saya menolak, tapi mutasi ini tisak sesuai dengan aturan, dan secara tegas saya menolak untuk di mutasi," ucapnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa jika dirinya menerima terhadap mutasi jabatan ke BPN Riau, Ia merasa dirinya ikut melanggar aturan tersebut.

Sementara itu, saat ditanya jabatan apa yang akan dijabatnya jika menerima mutasi ke BPN Riau, Anthon mengatakan bahwa jabatannya sebagai pejabat Administrator.

"Jadi berdasarkan surat itu dari SK menteri, itu sebagai Pejabat Administrator, bisa kepala BPN atau Kepala Bidang. Tapi saya tidak persoalkan jabatan apa yang saya terima, saya persoalkan masalah aturan yang tidak sesuai," katanya.

Baca: Surat Suara Presiden, DPD dan DPRD Provinsi Kembali Dikirim ke Jambi

Baca: Pekerjaan Fisik Buka Jalan Baru TMMD ke 104 Hari ke 13 Sudah Mencapai 95 Persen

Baca: Viral, Kisah Bocah Yuda Sendirian Rawat Ayahnya yang Tumor Otak, Menangis karena Kelaparan

Hal lain, saat di tanya apakah ada persoalan yang memicu adanya mutasi tersebut, Anthon mengatakan bahwa dirinya merasa tidak ada masalah.

Namun, menurutnya jika Kepala Kanwil BPN Provinsi Jambi merasa ada masalah, menurutnya itu bukanlah darinya.

"Kalo masalah lain tidak ada, saya jamin saya konsisten, seingat saya dan sepengetahuan saya, rasanya tidak ada, tapi kalo ada di Kepala BPN Provinsi Jambi, saya tidak tahu," pungkasnya.

(*)

TONTON VIDEO: MELIHAT PASAR KERAMIK DI JAMBI KINI

IKUTI INSTAGRAM KAMI: TER-UPDATE TENTANG JAMBI

Penulis: samsul
Editor: nani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved