Memilih Memeluk Agama Islam dan Nikahi Wanita Sunda, Anak Petani Bunga Ini Jadi Legenda Kopassus

Pria yang awalnya merupakan veteran Perang Dunia II ini kemudian memilih untuk menjadi Warga Negara Indonesia dan kemudian membentuk pasukan khusus

Memilih Memeluk Agama Islam dan Nikahi Wanita Sunda, Anak Petani Bunga Ini Jadi Legenda Kopassus
kompas.com
Ilustrasi: Satuan Kopassus saat parade pasukan dan alat utama sistem pertahanan (alutsista) pada gladi bersih upacara Hari Ulang Tahun ke-72 TNI di Dermaga PT Indah Kiat, Cilegon, Banten, Selasa (3/10/2017).(KOMPAS.com/Kristian Erdianto) 

Memilih Memeluk Agama Islam dan Nikahi Wanita Sunda, Anak Petani Bunga Ini Jadi Legenda Kopassus 

TRIBUNJAMBI.COM - Komando Pasukan Khusus (Kopassus) merupakan satu diantara pasukan khusus yang dimiliki oleh TNI.

Para prajurit Kopassus merupakan tentara yang memiliki kemampuan lebih dibanding prajurit lainnya di TNI.

Awal berdirinya Kopassus ternyata atas jasa seorang pria asal Belanda.

Pria yang awalnya merupakan veteran Perang Dunia II ini kemudian memilih untuk menjadi Warga Negara Indonesia dan kemudian membentuk pasukan khusus baret merah. 

Idjon Djanbi menjadi nama yang amat keramat di kalangan pasukan baret merah.

Mantan prajurit komando Belanda inilah yang pertama kali mengasah mental dan fisik anggota TNI AD terpilih untuk kemudian dilatih menjadi prajurit tangguh berkualifikasi komando.

Sayang, walau terkenal, tak banyak yang tahu soal masa lalunya, bahkan prajurit Kopassus sendiri.

Baca: Mahaguru Pelempar Pisau Kopassus Berlatih, Pohon di Pusdikpassus sampai Ambruk

Baca: Kisah Operasi Kopassus di Papua, Misi Bebaskan 5 Anggota Koramil yang Seminggu Dikepung Pemberontak

Baca: Kemarahan Soeharto ke Habibie saat Ditanya akan Mundur, Detik-detik 14 Menteri Membangkang

Mochammad Idjon Djanbi lahir di desa kecil Boskoop, 13 Mei 1914 dengan nama Rokus Bernardus Visser.

Ia berasal dari lingkungan keluarga petani bunga dan berbagai hobi menantang dilakoninya, dari mendayung perahu kayu, balapan mobil, bermain sepak, berkuda bola (polo) bahkan mendaki gunung.

Halaman
1234
Editor: bandot
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved