Kepala BPN Muarojambi Tolak Diganti, Ini Alasannya Menolak Dimutasi ke Riau

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Muarojambi, Anthon melakukan konferensi pers terkait dengan mutasi jabatan dirinya ke BPN Riau.

Kepala BPN Muarojambi Tolak Diganti, Ini Alasannya Menolak Dimutasi ke Riau
tribunjambi/syamsul bahri
Anton, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Muarojambi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Muarojambi, Anthon melakukan konferensi pers terkait dengan mutasi jabatan dirinya ke BPN Riau.

Hal ini karena Ia menolak secara langsung untuk di mutasi ke BPN Riau, sebabdianggap mutasi yang ditunjukkan kepada dirinya menyalahi aturan.

Baca: Aa Gym dan UAS Dilobi Romi Agar Netral, Ada Perubahan Sikap? Aa Gym: Bohong! Ini Kata UAS

Baca: Sengketa Pemilu, Puluhan Aparat Kawal Proses Mediasi di Bawaslu Sarolangun

Baca: Viral Video Pernikahan Suami Dihadiri Istri Sah dan Tiga Anak Kandung, Siska Lusiana Sirait Diusir

Diketahui, Anthon menjabat sebagai Kepala BPN Muarojambi baru empat bulan. Ia baru dilantik pada 5 Oktober 2018 lalu yang sebelumnya Anthon menjabat sebagai Kepala BPN di Tanjung Jabung Timur.

Menurutnya, ia telah mendapatkan undangan dari Kepala Kantor BPN Riau terkait dengan pelantikannya. Namun, dikatakannya bahwa Ia tidak memenuhi undangan tersebut, karena Ia menolak atas pelantikan yang akan di lakukan padanya.

Baca: Kisah Nikita Mirzani Sindir Syahrini Sebut Kasian Laki nya Muka nya Kaya Tertekan Gituuuh

Baca: Wanita Bawa Bayi Beri Bingkisan, Untuk200 Penumpang Pesawat! Ada Surat, Isinya Amat Mengharukan

Baca: Video Perampokan Bank BNI Dumai, Terdengar Letusan Tembakan

"Pemberitahuan dari Provinsi itu hari Jumat (8/3/2019) kemarin. Tapi saya tahu pindahnya itu hari Rabu. Surat resmi itu hari Jumat datang yang menyampaikan untuk melakukan pelantikan," jelasnya, Senin (11/3/2019).

"Saya menyatakan menolak untuk dilantik sebagaimana undangan tersebut. Alasannya saya tidak mau dilantik atau dimutasi karena pelantikan tersebut menyalahi aturan," tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa pelantikan terhadap dirinya melanggar aturan yang tertuang di dalam Undang- Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Dikatakan Anthon bahwa dalam aturan tersebut seorang pejabat baru bisa dilakukan mutasi jika telah menjabat seminimal mungkin selama dua tahun.

"Sebagaimana Undang-undang Kepegawaian, yang di situ nyata-nyata menyatakan bahwa seorang pejabat bisa dilakukan mutasi sekurang-kurangnya dua tahun menjabat. Atau jika kinerja dianggap kurang cakap, satu tahun di tambah enam bulan, jika kerja tidak bagus itu satu setengah tahun," ungkapnya.

Baca: Penjelasan Kemenlu Sore Ini Siti Asiyah WNI yang Dituduh Bunuh Saudara Kim Jong-un Tiba di Jakarta

Baca: BUAH Ini Dulu Tak Berguna, Kini Paling Diburu Harganya Selangit: Di Brunei Sekilonya Rp 500 Ribu

Baca: TRIBUNWIKI - Silver Arwana Ikan Langka dari Jambi, Punya Pesona Mengkilat Perak Kehijauan

"Ini saya baru empat bulan, saya di mutasi di Riau. Bukan saya menolak, tapi mutasi ini tisak sesuai dengan aturan, dan secara tegas saya menolak untuk di mutasi," ucapnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa jika dirinya menerima terhadap mutasi jabatan ke BPN Riau, Ia merasa dirinya ikut melanggar aturan tersebut. Sementara itu, saat ditanya jabatan apa yang akan dijabatnya jika menerima mutasi ke BPN Riau, Anthon mengatakan bahwa jabatannya sebagai pejabat Administrator.

"Jadi berdasarkan surat itu dari SK menteri, itu sebagai Pejabat Administrator, bisa kepala BPN atau Kepala Bidang. Tapi saya tidak persoalkan jabatan apa yang saya terima, saya persoalkan masalah aturan yang tidak sesuai," katanya.

Baca: Kasus 7 Caleg yang Dicoret KPU Sarolangun, Berlanjut di Persidangan

Baca: Kisah Jin yang Dengar Bacaan Alquran Lalu Lakukan Ini, Penjelasan Tentang Jin Mukmin dan Kafir

Baca: JENDERAL A Yani Kena 13 Luka Tembak: Hasil Lengkap Otopsi 7 Perwira TNI AD Korban Penculikan

Hal lain, saat di tanya apakah ada persoalan yang memicu adanya mutasi tersebut, Anthon mengatakan bahwa dirinya merasa tidak ada masalah. Namun, menurutnya jika Kepala Kanwil BPN Provinsi Jambi merasa ada masalah, menurutnya itu bukanlah darinya.

"Kalau masalah lain tidak ada, saya jamin saya konsisten. Seingat saya dan sepengetahuan saya, rasanya tidak ada. Tapi kalau ada di Kepala BPN Provinsi Jambi, saya tidak tahu," bebernya. (*)

Penulis: samsul
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved