Ini 3 Varitas Kopi yang Dikembangakan di Provinsi Jambi, Satu Diantaranya Diekspor Ke Eropa

Ada tiga varitas kopi yang dikembangkan di Provinsi Jambi saat ini. Ketiga varian itu memiliki citarasa dan karakteristik tersendiri.

Ini 3 Varitas Kopi yang Dikembangakan di Provinsi Jambi, Satu Diantaranya Diekspor Ke Eropa
TRIBUN JAMBI/ZULKIFLI
Bupati Tanjabtim meninjau kebun kopi Liberika, Pemkab serius mengembangkan kopi khas Jambi ini. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Ada tiga varitas kopi yang dikembangkan di Provinsi Jambi saat ini. Ketiga varian itu memiliki citarasa dan karakteristik tersendiri.

Varian kopi itu diantaranya kopi Arabika untuk kawasan dataran tinggi banyak dikembangakan di Kabupaten Kerinci.

Varian kedua, kopi Robusta untuk dataran menengah hinggah tinggi yang banyak dikembangakan di Kabupaten Merangin.

Baca: Adik Prabowo, Hashim Blak-blakan Soal Jokowi Sebelum Jadi Gubernur DKI Jakarta hingga Soal Dana

Baca: FAKTANYA 4 Pasukan Khusus Ini Paling Mengerikan di Dunia, Kopaska di Antaranya: Ini Profil Mereka

Baca: Memilih Memeluk Agama Islam dan Nikahi Wanita Sunda, Anak Petani Bunga Ini Jadi Legenda Kopassus

Kemudian varian kopi Liberika Tungkal Komposit (Libtukom) untuk daratan sedang hingga gambut, yang banyak dikembangkan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur.

Berdasarkan data dari Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, untuk luasan dan produksi dari masing-masing varitas kopi ini sendiri saat ini berbeda. Luas lahan kopi Robusta saat ini mencapai 21.981 hektare dengan produksi 12.010 ton pertahun.

Sementara untuk varitas Libtukom saat ini luas lahan mencapai 2.594 hektare dengan produksi 1171 ton pertahun.

Kemudian terakhir Varian Arabika saat ini luasnya mencapai 1272 hektare dengan produksi 214 ton pertahun.

Kepala Bidang Pengembangan, Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, KGS Taufik menyebutkan, angak varitas Arabika tahun ini bisa melonjak drastis dengan adanya bantuan pengembangan 700 hektare yang diberikan tahun ini.

"Tahun ini baru 700 hektare, tahun depan bisa lebih dari itu," sebut Taufik.

Baca: Laga Persib vs Perseru Serui, Dedi Kusnandar Sudah Bisa Main, Indra dan Saepuloh Penjaga Pertahanan

Baca: Bukan Hanya Listrik, Kerinci Ternyata Juga Krisis Air Bersih

Untuk pangsa pasar sendiri, menurut Taufik masing-masing Varitas berbeda. Kopi Libtukom lebih banyak diekspor ke negara tetangga yakni Malaysia dan Singapura.

Kemudian, untuk varitas Rebustra sendiri, saat ini lebih banyak untuk konsumsi lokal dan provinsi tetangga.

Baca: BAPAK Kos Peluk dan Peloroti Celana 4 Siswi PKL: Kejadian Usai Minum Es Teler Pemberian EN

Baca: Geger Temuan Emas, Keris dan Ratusan Koin di Proyek Jalan Tol Malang, Ternyata Bekas Pura Kuno

Baca: Pemerintah Siapkan 700 Hektare Bibit Kopi Arabika, untuk Petani di Kerinci dan Sungai Penuh

Sementara itu untuk varitas Kopi Arabika pansa pasar lebih banyak ke diekspor ke negara-negara Eropa seperti Rusia.

"Saat ini Kita masih belum bisa memenuhi permintaan ekspor kopi Arabika ini yang jumlahnya mencapai 50.000 ton perbulan, mudah-mudahan dengan bantuan bibit yang diberikan produksi kita mencukupi permintaan pasar," pungkasnya.(*)

Penulis: Zulkifli
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved