PASUKAN Elite Pengawal Presiden Ini Dibubarkan: Tak Disangka Tragedi Mengerikan Ini Pemicunya

TRIBUNJAMBI.COM - Sebelum Soekarno menjadi Presiden RI dan bahkan sebelum Proklamasi Kemerdekaan RI

PASUKAN Elite Pengawal Presiden Ini Dibubarkan: Tak Disangka Tragedi Mengerikan Ini Pemicunya
Istimewa
Cakrabirawa, pasukan khusus yang memiliki tugas mengawal Presiden Soekarno 

TRIBUNJAMBI.COM - Sebelum Soekarno menjadi Presiden RI dan bahkan sebelum Proklamasi Kemerdekaan RI dikumandangkan, sudah dibentuk Polisi Istimewa (Tokubetsu Keisatsu Tai) yang bertugas mengawal presiden.

Di wilayah Jakarta Raya, nama kesatuan Polisi Istimewa disebut "Polisi Macan" di bawah pimpinan Gatot Suwiryo.

Menurut sumber dari buku Maulwi Saelan Penjaga Terakhir Soekarno, pada tahun 1945 Gatot memindahkan anggota Polisi Macan ke Pasukan Pengawal Pribadi Presiden (Tokomu Kosaku Tai) di bawah pimpinan Mangil Martowidjojo dan bermarkas di Kantor Pusat Kementerian Negara sekaligus asrama di Gedung Kementerian Dalam Negeri (kini Jl Veteran) di bawah pimpinan Raden Said Soekanto.

Tugas-tugas Pasukan Pengawal Pribadi Presiden itu antara lain mengamankan perayaan Proklamasi Kemerdekaan RI 17/8/1945, membantu pengamanan Rapat Raksasa di Lapangan Ikada pada bulan September 1945, mengawal rombongan Presiden dan Wakil Presiden dalam perjalanan secara rahasia menggunakan keretap api dari Jakarta menuju Yogyakarta pada 3 Januari 1946.

Baca: LIVE STREAMING MotoGP dari Losail: Pebalap Indonesia Dimas Ekky Start di Posisi 31

Baca: Mengobati Sakit Kepala Dalam 5 Menit Tanpa Obat, Cukup Pijatan Tangan: Ini 6 Titik Pijat

Baca: BENDA Ini Ungkap Temuan Mengerikan dari Sekoci Terakhir Kapal Titanic: Fakta Terbaru Tragedi Titanic

Sejak keberhasilan mengungsikan rombongan Presiden dan Wapres ke Yogyakarta itu, Said Soekanto pada tahun 1947 membentuk kesatuan khusus bernama Pasukan Pengawal Presiden (PPP) dan dikomandani oleh Mangil.

Tugas utama PPP adalah menjaga keselamatan pribadi Presiden dan Wakil Presiden beserta seluruh anggota keluarganya.

Hingga tahun 1962 meskipun Presiden Soekarno telah mendapat pengawalan dari PPP, upaya pembunuhan terhadap diri Presdien tetap terjadi.

Berdasar peristiwa yang mengancam jiwa Presiden Soekarno itu, ajudan Presiden, Letkol CPM Sabur, menghadap ke Istana Merdeka untuk menyampaikan laporan bahwa Departemen Pertahanan dan Keamanan berencana membentuk Pasukan Pengawal Istana Presiden (PPIP) yang lebih sempurna.

Baca: Saltingnya Ayu Ting Ting Saat Diperlakukan Seperti Ini oleh Raffi Ahmad di Depan Eko Patrio

Baca: Pebalap Indonesia, Dimas Ekky Tercecer di Urutan 31 Moto2, Senasib dengan Valentino Rossi di MotoGP

Baca: Jadwal Lengkap Siaran Langsung MotoGP Qatar 2019 di Trans 7 Malam Ini, Vinales Urutan Start Pertama

Tokoh yang ingin membentuk pasukan pengawal Istana Presiden itu adalah Jenderal AH Nasution tapi Presiden Soekarno ternyata menolaknya.

Pasalnya Mangil saat itu sudah membentuk Detasemen Kawal Pribadi (DKP) dan dirasa oleh Presiden Soekarno sudah cukup untuk mengawalnya.

Halaman
123
Editor: ridwan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved