Misi TNI Cari Suku Kanibal Papua, Sintong Terperangkap, Disodori Daging Merah yang Harus Dimakan

Pangdam Cenderawasih Brigjen TNI Sarwo Edhie Wibowo berpesan agar tim siap untuk hadapi situasi terburuk. Ternyata terjadi pada Sintong

Misi TNI Cari Suku Kanibal Papua, Sintong Terperangkap, Disodori Daging Merah yang Harus Dimakan
pixabay.com
Ilustrasi. Suku di Papua 

Tiba-tiba saja muncullah seorang kepala suku membawa daging babi berlemak yang diberikan kepada Sintong.

Sintong bingung dengan pemberian kepala suku itu, sembari was-was ia akhirnya melahap daging babi tersebut.

Usai tandas dimakan, orang-orang suku berteriak girang.

Rupanya pemberian daging babi oleh kepala suku tadi bermakna jika Sintong adalah tamu yang harus disambut.

Selamatlah nyawa Sintong dari kepungan suku pedalaman Papua. (Seto Aji/Gridhot.ID)

TONTON VIDEO: MELIHAT PASAR KERAMIK DI JAMBI KINI

IKUTI INSTAGRAM KAMI: TER-UPDATE TENTANG JAMBI

Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Cari Keberadaan Suku Kanibal, Personil Kopassus Pernah Dikepung Etnis Pedalaman Papua

Detik-detik Penyerangan KKB pada TNI hingga Menewaskan 3 Kopassus, Kekuatan Tidak Berimbang
Detik-detik Penyerangan KKB pada TNI hingga Menewaskan 3 Kopassus, Kekuatan Tidak Berimbang
 
Kompas/ dok/kolda papua
UPDATE Penyerangan KKB Papua, Kronologi Baku Tembak hingga Korban KKB Tewas dan Anggota TNI. Detik-detik Penyerangan KKB pada TNI hingga Menewaskan 3 Kopassus, Kekuatan Tidak Berimbang

Melalui media sosial Facebook beredar rekaman audio detik-detik baku tembak yang terjadi antara Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKB) dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang terjadi di Nduga, Papua.

Perselisihan antara kedua belah pihak itu diketahui terjadi pada Kamis (7/3/2019).

 

Pada hari yang sama, pihak KKSB melalui akun Facebook TPNPB, mengunggah rekaman audio detik-detik terjadinya baku tembak tersebut.

Berdasarkan rekaman tersebut, pihak KKSB melakukan komunikasi melalui media HT.

Terdengar suara seorang anggota yang menyebutkan bahwa KKSB telah mengepung para pasukan TNI.

"Semua sudah terkurung?" tanya seorang pria dalam rekaman.

"Ya, baku kejar," jawab pria lainnya.

"Sebentar kita dengar hasil yang bagus," lanjut suara itu kemudian.

Setelah seruan tersebut, kemudian komunikasi dilanjutkan dengan menggunakan bahasa Papua.

Tiga prajurit TNI yang gugur (tanda checklist) bersama rekannya
Tiga prajurit TNI yang gugur (tanda checklist) bersama rekannya (facebook)

Anggota Satgas Gakkum mendapat serangan di Distrik Mugi Kabupaten Nduga dalam kondisi kekurangan pasukan.

Serangan tersebut diterima pada sekitar pukul 08.00 WIT, dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Jumat (8/3/2019)

"Pasukan mendapatkan serangan dari pihak KKSB pimpinan Egianus Kogoya di Distrik Mugi Kab. Nduga, Kamis (7/03/2019) sekitar pukul 08.00 WIT," ujar kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi melalui keterangan tertulis, pada Kamis (7/3/2019).

Serangan tersebut terjadi saat 25 anggota TNI Satgas Gakkum berada di Distrik Mugi dalam rangka pengamanan jalur pergeseran pasukan.

Para pasukan tersebut rencananya hendak melaksanakan pengamanan dan pembangunan infrastruktur Trans Papua Wamena-Mumugu di Kabupaten Nduga.

Serangan kemudian menjadi tidak berimbang lantaran pihak KKSB mengeroyok dengan membawa anggota sebanyak 50-70 orang dengan senjata campuran, baik senjata api hingga panah dan tombak.

Pasukan terus berusaha melakukan perlawanan dan berhasil memukul mundur KKSB hingga masuk ke dalam hutan.

Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM)
Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM) (Foto Jerry Omona/Metromerauke)

Kemudian pada pukul 15.00 WIT, dua unit helikopter jenis Bell tiba untuk melakukan evakuasi pada korban yang gugur.

Sebelum berhasil mendarat dua unit helikopter sempat mendapat serangan dari pihak KKSB.

Anggota TNI membalas serangan dari darat dan udara hingga helikopter berhasil mendarat dan melakukan evakuasi dengan aman.

Akibat dari penyerangan tersebut terdapat tiga orang korban dari pihak TNI.

Dikutip dari akun Instagram @kodam17, Jumat (8/3/2019), tiga orang anggota Kopassus yang tewas itu adalah Serda Mirwariyadin, Serda Yusdin, dan Serda Siswanto Bayu Aji.

TNI Diserang Dengan Kekuatan Tidak Berimbang

Jayapura, Kamis, 7 Maret 2019

Pasukan TNI yang tergabung dalam Satgas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum), yang sedang melaksanakan pengamanan dalam rangka proses pergeseran pasukan TNI yang akan melaksanakan pengamanan dan pembangunan infrastruktur Trans Papua Wamena- Mumugu di Kab. Nduga mendapatkan serangan dari pihak KKSB pimpinan Egianus Kogoya di Distrik Mugi Kab. Nduga pagi tadi Kamis 07/03/2019 sekitar pukul 08.00 WIT.

Pasukan TNI Satgas Gakkum kekuatan 25 orang tersebut baru tiba di Distrik Mugi dalam rangka mengamankan jalur pergeseran pasukan, tiba-tiba mendapatkan serangan mendadak oleh sekitar 50-70 orang KKSB bersenjata campuran, baik senjata standar militer maupun senjata tradisional seperti panah dan tombak.
Pasukan berusaha melakukan perlawanan sehingga berhasil menguasai keadaan, dan berhasil memukul mundur kelompok KKSB sampai menghilang kedalam hutan belantara.

Akibat serangan tersebut menyebabkan 3 orang prajurit gugur sebagai kusuma Bangsa a.n: Serda Mirwariyadin, Serda

Yusdin dan Serda Siswanto Bayu Aji.

Sementara dari pihak KKSB, prajurit TNI berhasil merampas 05 pucuk senjata milik KKSB (jenis masih dalam penyelidikan), ditemukan satu orang mayat (identitas dalam penyelidikan), dan diperkirakan setidaknya 7-10 orang anggota KKSB juga tewas namun mayatnya berhasil dibawa kabur oleh teman-temannya.

Pukul 15.00 WIT, dua unit helly jenis Bell tiba dari Timika untuk melaksankan evakuasi korban prajurit yang gugur, namun sebelum mendarat helly tersebut Kembali mendapatkan serangan dari KKSB, pasukan TNI membalas tembakan sehingga helly berhasil mendarat dan proses evakuasi dapat dilaksanakan dalam keadaan aman. "Dilanjut pada Kolom Komen"

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Detik-detik Penyerangan KKB pada TNI hingga Menewaskan 3 Kopassus, Kekuatan Tidak Berimbang

Editor: nani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved