KKSB Tewaskan 3 Anggotanya, TNI Akan Buru Egianus Kogoya Hidup atau Mati Bila Tak Ingin Menyerah

Tidak hanya dari anggota TNI saja, dari pihak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) disebutkan ada sekitar 7 sampai 10 orang tewas.

Kolase/TribunJambi.com
TNI vs Egianus Kogoya 

TRIBUNJAMBI.COM - Tidak terima atas gugurnya 3 anggota mereka, pihak TNI pun akan memburu pimpinan tertinggi Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) Papua hidup atau mati.

Perang 'pecah' antara TNI vs KKB di Papua. Bahkan dari kejadian berdarah itu, 3 anggota TNI disebut gugur dalam baku tembak. Kamis (7/3), di Nduga, Papua.

Tidak hanya dari anggota TNI saja, dari pihak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) disebutkan ada sekitar 7 sampai 10 orang tewas.

Kabar terbaru dari perburuan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua ini cepat tersiar diberbagai pemberitaan.

Baca Juga:

Mantan Danjen Kopassus Pramono Edhie Jadi Pendonor Ani Yudhoyono, Dewi Perssik Ucap Subhanallah

Siapa yang Berhak Menyandang Gelar Puteri Indonesia 2019? Profil 39 Finalis dari Seluruh Indonesia

Silahkan Angkat Kaki dari Pasar, Perindag Ancam Pedagang yang Masih Gunakan Timbangan Non Standar

Info Lowongan Kerja Terbaru - Pertamina Buka 313 Posisi dan 11000 Loker BUMN, Cek Link Pendaftaran

Makeup Artis Bennu Sorumba di Unfollow Syahrini, Lambe Turah Ungkap Luna Maya Duluan Unfollow Inces

Kelompok Egianus Kogoya jadi dalang dalam kasus penyerangan di Distrik Mugi, Nduga, Papua, yang membuat 3 prajurit TNI gugur.

Kodam XVII/Cenderawasih meminta Egianus cs segera menyerah atau ditangkap hidup atau mati.

Kolonel Aidi menyatakan TNI tidak akan menoleransi kelompok apa pun yang mencoba-coba merongrong kedaulatan NKRI, termasuk kelompok Egianus Kogoya.

"Apalagi mereka mengangkat senjata dan mempersenjatai diri secara ilegal. Tidak akan ada negara mana pun di dunia ini yang mentolerir terhadap pemberontakan kedaulatan," tegasnya.

Kelompok Egianus jadi dalang penyerangan pekerja proyek Trans Papua pada awal Desember 2018. Mulanya disebut ada 31 pekerja yang tewas.
Namun Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut korban tewas sebanyak 20 orang.
Sebanyak 19 orang merupakan pekerja proyek dan 1 orang adalah prajurit TNI.

Saat itu, juru bicara kelompok yang menamakan diri Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), Sebby Sambom, membenarkan Egianus Kogoya cs jadi dalang penyerangan tersebut.
Menurut Sebby, jauh sebelum penembakan, mereka telah memperingatkan agar pembangunan jalan Trans Papua tidak dilanjutkan.

Kolonel Aidi menegaskan saat ini sudah ada 600 personel TNI yang diterjunkan untuk pengamanan dan melanjutkan pembangunan jembatan. TNI akan bertindak tegas jika ada pihak mana pun yang mengganggu pembangunan.

Dari kabar yang didapat Tribunjambi.com ada sebanyak sembilan orang anggota KKB tewas, dan dari pihak TNI telah gugur 3 oang anggotanya.

Kronologi serangan yang diterima pasukan TNI di saat pihak TNI melakukan pengamanan dan pembangunan infrastruktur Trans Papua Wamena-Mumugu.

Mereka mendapatkan serangan dari pihak KKSB pimpinan Egianus Kogoya di Distrik Mugi Kab. Nduga.

Pasukan TNI anggota Satgas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum), sedang melaksanakan pengamanan dalam rangka proses pergeseran pasukan TNI yang akan melaksanakan pengamanan dan pembangunan infrastruktur Trans Papua Wamena- Mumugu. 

Baca Juga:

Tiap Tahun Banjir Jalan Desa Seponjen Putus, Warga Mengeluh Minta Ada Solusi

Terbaru, TNI dan KKB Papua Baku Tembak, Heli TNI Nekat Evakuasi 3 Mayat Anggota

Besok Terakhir! Begini Cara Daftar Online Pendamping PKH 2019 Kemensos RI di ssdm.pkh.kemsos.go.id

Ini Kelebihan Plafon PVC Hingga Diskon 10 Persen di Cahaya Gypsum

Berikut kronologi pertempuran tersebut seperti disampaikan Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi, Kamis (7/3).

Pukul 08.00 WIT, pasukan  TNI Satgas Gakkum kekuatan 25 orang tersebut baru tiba di Distrik Mugi dalam rangka mengamankan jalur pergeseran pasukan.

Dan secara tiba-tiba mendapatkan serangan mendadak oleh sekitar 50-70 orang KKSB bersenjata campuran, baik senjata standar militer maupun senjata tradisional seperti panah dan tombak.

Pasukan berusaha melakukan perlawanan sehingga berhasil menguasai keadaan, dan berhasil memukul mundur kelompok KKSB sampai menghilang ke dalam hutan belantara.

Halaman
1234
Penulis: ekoprasetyo
Editor: ekoprasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved