Breaking News:

Politisi PSI Gun Romli Unggah Orasi Robertus Robet Soal ABRI, Peringatkan Jokowi dan Prabowo

Politisi PSI Gun Romli Unggah Orasi Robertus Robet Soal ABRI, 'Mudah-mudahan Prabowo Nggak Berkuasa'

Politisi PSI Muhammad Guntur Romli 

Robertus Robet meminta maaf atas nyanyiannya yang menimbulkan kesalahapahaman.

"Semoga, dengan penjelasan saya ini, saya bisa menjernihkan berbagai macam reaksi. Namun demikian, apabila ada yang menganggap itu merupakan suatu kesalahan yang menimbulkan kesalahpahaman saya mohon maaf," kata Robet.

Selengkapnya, berikut video klarifikasi yang disampaikan Robertus Robet:

Berikut narasi lengkap Robertus Robet dalam video tersebut:

Saya Robertus Robet, belakangan ini beredar sebuah video saya di media sosial.

Saya menerima banyak reaksi dan keberatan.

Oleh karena itu saya ingin menyampaikan beberapa klarifikasi.

Pertama, lagu di dalam orasi tersebut bukanlah lagu saya, juga bukan saya yang membuat.

Melainkan sebuah lagu yang populer saat gerakan mahasiswa di tahun 1998.

Kedua, asal usul lagu tersebut sebenarnya juga sudah saya jelaskan dalam pengantar saya dalam orasi tersebut namun sayangnya tidak ada dalam rekaman video tersebut.

Ketiga, lagu itu dimaksudkan sebagai kritik saya terhadap ABRI di masa lampau, bukan terhadap TNI di masa kini.

Sekali lagi saya ulangi bahwa lagu itu dimaksudkan sebagai kritik saya terhadap ABRI di masa lampau, bukan terhadap TNI di masa kini, apalagi dimaksudkan untuk menghina profesi dan organisasi, institusi TNI.

Sebagai dosen, saya sungguh tahu persis upaya-upaya reformasi yang sudah dilakukan oleh TNI. 
Dan dalam banyak hal saya justru memuji dan memberikan apresiasi upaya-upaya reformasi yang dilakukan oleh TNI yang lebih maju dibandingkan dengan yang lain.

Demikianlah penjelasan saya, semoga dengan penjelasan saya ini saya bisa menjernihkan berbagai macam reaksi.

Namun demikian, apabila ada yang menganggap itu merupakan suatu kesalahan yang menimbulkan kesalahpahaman saya mohon maaf.

Polisi telah menetapkan Robertus Robet sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana penghinaan terhadap penguasa atau badan umum di Indonesia.

Berdasarkan surat dari kepolisian, Robet dijerat Pasal 45 A ayat (2) jo Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Robet diduga telah melakukan penyebaran informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat berdasarkan SARA, berita hoaks, atau penghinaan terhadap penguasa atau badan umum.

Ini Video Lengkap Klarifikasi Robertus Robet

Robertus Robet Dipulangkan 

Aktivis HAM Robertus Robet yang dijemput polisi ke rumah Kamis dini hari akhirnya dipulangkan pada Kamis (7/3/2019) sore.

Robertus Robet merupakan aktivis yang memperjuangkan hak asasi manusia dan juga seorang dosen di UNJ (Universitas Negeri Jakarta).

Robertus Robet diamankan atas kasus dugaan pelanggaran UU ITE terkait dengan orasi yang ia sampaikan saat Aksi Kamisan di depan Istana Negara.

Dikutip dari Kompas.com, Robertus yang memakai jaket biru dan celana jeans keluar dari Gedung Bareskrim Mabes Polri, sekitar pukul 14.25.

Baca: Taggar #BebaskanRobet #BebaskanRobertusRobet Trending Twitter,Robet Klarifikasi Tak Berniat Hina TNI

Baca: Sosok Robertus Robet Dosen Bergelar Doktor dan Aktivis HAM yang Ditangkap Terkait Orasi Aksi Kamisan

Baca: Babak I Persebaya Surabaya vs Persib Bandung Berakhir Imbang, Erwin Ramdani Bikin Gol Pembuka

Dosen yang memiliki gelar doktor itu didampingi oleh tim kuasa hukum beserta Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo.

Robertus sempat memberi keterangan kepada awak media.

Ia meminta maaf atas orasinya yang dinilai menghina institusi TNI.

"Oleh karena orasi itu saya telah menyinggung dan dianggap merendahkan atau menghina institusi saya pertama-tama ingin menyatakan permohonan maaf," ungkap Robertus.

Ia menegaskan tak berniat untuk menghina dan merendahkan institusi TNI.

Aparat kepolisian, ujar Robertus, memperlakukannya dengan baik selama proses pemeriksaan.

Ke depannya, ia menyerahkan kasusnya kepada pihak kepolisian.

"Saya kira bagaimana kelanjutan proses hukum yang akan saya alami nanti saya serahkan kepada pihak Polri untuk melanjutkannya sesuai dengan hukum yang berlaku," jelas Robertus.

Akademisi dan aktivis Robertus Robet saat menyampaikan orasi pada aksi Kamisan, 28 Februari 2019.
Akademisi dan aktivis Robertus Robet saat menyampaikan orasi pada aksi Kamisan, 28 Februari 2019. (Youtube Jakartanicus)

Robertus Robet sebelumnya ditangkap karena diduga telah menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan kelompok masyarakat berdasarkan SARA, berita hoaks atau penghinaan terhadap penguasa atau badan umum.

Tindak pidana tersebut diduga dilakukan Robet saat berorasi di Aksi Kamisan pada 28 Februari 2019 mengenai dwifungsi ABRI.

Dalam orasinya itu, Robet menyanyikan lagu yang sering dinyanyikan mahasiswa pergerakan 1998 untuk menyindir institusi ABRI.

Sementara itu, melalui sebuah video, Robet telah memberikan klarifikasi atas orasinya itu.

Pertama, Robet menegaskan bahwa lagu itu bukan dibuat oleh dirinya, melainkan lagu yang populer di kalangan gerakan mahasiswa pada 1998. 
Lagu itu dimaksudkan sebagai kritik yang ia lontarkan terhadap ABRI di masa lampau, bukan TNI di masa kini.

Ia juga mengatakan, lagu itu tidak dimaksudkan untuk menghina profesi dan institusi TNI.

"Sebagai dosen saya tahu persis upaya-upaya reformasi yang dilakukan oleh TNI dan dalam banyak kesempatan saya justru memuji reformasi TNI sebagai reformasi yang berjalan paling maju," ujar Robet.

Jagad dunia maya langsung bereaksi. Kini muncul tagar #BebaskanRobet dan #MenolakBungkam.

Siapa sebenarnya Robertus Robet?

Baca: Robertus Robet, Aktivis HAM dan Dosen UNJ Ditangkap Polisi Terkait Orasi Soal Dwifungsi ABRI

Baca: Malu Anak Lahir Cacat, Ibu Kandung di Sumenep, Madura Tega Buang Bayi di Area Pemakaman

Dikutip tribunjambi.com dari prismajurnal.com, Robertus Robet merupakan dosen dengan gelar doktor.

Robertus Robet menyelesaikan program master di University of Birmingham, Inggris.

Sementara gelar doktor filsafat dia peroleh di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara tahun 2008.

Disertasi Robertus Robet berjudul “Pandangan tentang yang Politis: Tanggapan terhadap Konsepsi Subyek dalam Pemikiran Slavoj Zizek.”

Pendidikan S1 dijalani sahabat Rocky Gerung itu FISIP Universitas Indonesia.

Robertus Robet lahir di Tanjungkarang, Lampung, pada 16 Mei 1971.

Selain menulis buku, dia juga bekerja sebagai dosen tetap di Universitas Negeri Jakarta.

Robertus Robet juga Sekretaris Jenderal Perhimpunan Pendidikan Demokrasi. 

Bukunya, antara lain, Republikanisme dan Keindonesiaan: Sebuah Pengantar (2007) dan Politik Hak Asasi Manusia dan Transisi di Indonesia: Sebuah Refleksi Kritis (2008).

Baca: Robertus Robet, Aktivis HAM dan Dosen UNJ Ditangkap Polisi Terkait Orasi Soal Dwifungsi ABRI

Baca: Siapa Mason Greenwood? Profil Pemain Termuda Man United Ukir Sejarah Saat Debut di Liga Champions

Editor: bandot
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved