Fahri Hamzah Sebut Robertus Robet Lawan Debat yang Berat Usai Kabar Penangkapan Dosen UNJ Itu

Robertus Robert bahkan sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana penghinaan terhadap penguasa atau badan umum di Indonesia.

Fahri Hamzah Sebut Robertus Robet Lawan Debat yang Berat Usai Kabar Penangkapan Dosen UNJ Itu
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah 

TRIBUNJAMBI.COM - Kabar ditangkapnya Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Robertus Robet, pada Kamis (7/3/2019), dini hari juga memunculkan beberapa komentar.

Satu diantaranya Fahri Hamzah.

Robertus Robert bahkan sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana penghinaan terhadap penguasa atau badan umum di Indonesia.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, Robertus akan dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan.

Baca Juga:

Menara Gentala Arasy Tempat Wisata Jambi yang Menyiratkan Perkembangan Islam di Jambi

Penerimaan Polri Sudah Dibuka, Ini Jadwal, Syarat & Tahapannya Untuk Akpol, Bintara dan Tamtama

Wacana Pemekaran 3 Kecamatan di Kabupaten Batanghari, Belum Bisa Terlaksana Tahun Ini

Alasannya, ancaman hukuman pada kasus yang menjerat Robertus di bawah 2 tahun.

"Ya (sudah ditetapkan sebagai tersangka), tapi selesai riksa akan dipulangkan karena ancaman hukuman di bawah 2 tahun," kata Dedi Prasetyo dikutip TribunJakarta.com dari Kompas.com.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menanggapi Pidato Kebangsaan Prabowo Subianto
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menanggapi Pidato Kebangsaan Prabowo Subianto (Tribunnews.com/Wahyu Aji)

Menurut keterangan dari pihak kepolisian, Robertus ditangkap karena orasinya saat Aksi Kamisan, di seberang Istana Merdeka, pekan lalu.

Orasi tersebut diduga mengandung unsur penghinaan terhadap institusi TNI.

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah memberikan tanggapannya terkait penangkapan Robertus Robet.

Ia bahkah membeberkan masa lalu Robertus Robert.

Fahri Hamzah mengaku kenal dengan Robertus Robert sejak kuliah di Universitas Indonesia (UI).

Hal tersebut disampaikan Fahri Hamzah, melalui media sosial Twitternya yang telah terverivikasi.

Fahri Hamzah menyebut semasa kuliah Robertus Robert adalah lawan beratnya dalam berdebat.

Mantan politikus PKS itu mengaku dirinya dan Robertus Robert memiliki banyak perbedaan.

"Saya kenal Robert sejak kuliah di UI, lawan debat yang berat, dan berbeda dalam banyak hal," tulis Fahri Hamzah.

Walau begitu, Fahri Hamzah menganggap penangkapan Robertus Robert adalah sebuah tragedi yang melukai kebebasan berpendapat dan berekpresi.

"Tapi penangkapan dia oleh aparat adalah tragedi pada kebebasan berpendapat dan ekspresi," tulis Fahri Hamzah.

Menurut Fahri Hamzah orasi dan nyanyian Robertus Robert di acara Kamisan pekan lalu hanya untuk mengingatkan bahaya dari dwi fungsi TNI.

"Dia hanya mengingatkan kita soal bahaya #DwiFungsiABRI , masa lalu kita yang kelam..." tulis Fahri Hamzah.

Fahri Hamzah mengatakan Robertus Robert yang ia kenal tak pernah berubah sampai saat ini.

Ia mengatakan saat masih kuliah Robertus Roberts memang kerap lantang melawan pemerintahan orde baru.

"Robert yang aku kenal gak pernah berubah, saya tau dia sinis sama kami anak musolah.

Tapi aku hargai keberaniannya kepada rezim orde baru.

Kritiknya di dalam kampus keras.

Tapi dulu, meski orde baru rezim tentara tetapi kampus masih bisa menegakkan mimbar akademiknya," tulis Fahri Hamzah.

Robertus Robert dinilai Fahri Hamzah selalu kritis terhadap negara yang menyalahgunakan kekuatan militer.

Namun menurut Fahri Hamzah kala itu Robertus Robert tak pernah ditangkap.

Fahri Hamzah menilai hal tersebut justru berbeda dengan masa sekarang.

"Robert, setahu saya kritis kepada cara negara menggunakan kekuasaan dan kepada pelibatan militer aktif dalam pemerintahan sipil.

Tapi, setahu saya juga, dulu Robert tidak pernah ditangkap karena bicara.

Tiba-tiba sekarang, ia ditangkap dan jadi tersangka. Ini agenda siapa?," tulis Fahri Hamzah.

Dikutip dari Kompas.com menurut Kuasa Hukum Robet, Nurkholis Hidayat, Robertus masih menjalani pemeriksaan di Mabes Polri, Jakarta, hingga Kamis pagi. 

Nurkholis mengungkapkan status kliennya masih menunggu kelanjutan dari proses pemeriksaan yang dilakukan polisi.Robet masih menyelesaikan berita acara pemeriksaan (BAP).

"Ya, sekarang lagi menyelesaikan BAP-nya di Mabes Polri. Lagi menunggu status kelanjutannya, masih dalam proses 1 x 24 jam penangkapan," ujar Nurkholis, saat dihubungi Kompas.com, Kamis pagi.

Sebelumnya, Peneliti Amnesty International Indonesia Papang Hidayat mengonfirmasi informasi penangkapan Robet.

Papang menyebutkan, polisi mendatangi rumah Robet sekitar pukul 00.15, kemudian membawanya ke Mabes Polri.

"Pada 7 Maret 2019 sekitar pukul 00.15 pihak Kepolisian mendatangi rumah Robertus Robet dan membawanya ke Markas Besar Kepolisian untuk proses penyidikan," ujar Papang melalui pesan singkat, Kamis.

Menurut Papang, berdasarkan surat dari kepolisian, Robet dijerat Pasal 45 A ayat (2) jo Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Robet diduga telah melakukan penyebaran informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat berdasarkan SARA, berita hoaks, atau penghinaan terhadap penguasa atau badan umum.

Baca Juga:

Terkuak Kenapa Luna Maya Ditinggalkan Reino Barack dan Memilih Nikahi Syahrini, Ini kata Mbah Mijan

Live Streaming Indosiar & Vidio.com Persebaya Surabaya vs Persib Bandung

Debut di Liga Champions, Ini Profil Mason Greenwood, Pemain Termuda Dalam Sejarah di Liga Champions

Siapa Mason Greenwood? Profil Pemain Termuda Man United Ukir Sejarah Saat Debut di Liga Champions

Tindak pidana tersebut diduga dilakukan Robet saat berorasi di Aksi Kamisan pada 28 Februari 2019 mengenai dwifungsi ABRI.

Dalam orasinya itu, Robet menyanyikan lagu yang sering dinyanyikan mahasiswa pergerakan 1998 untuk menyindir institusi ABRI.

Sementara itu, melalui sebuah video, Robet telah memberikan klarifikasi atas orasinya itu.

Pertama, Robet menegaskan bahwa lagu itu bukan dibuat oleh dirinya, melainkan lagu yang populer di kalangan gerakan mahasiswa pada 1998.

Lagu itu dimaksudkan sebagai kritik yang ia lontarkan terhadap ABRI di masa lampau, bukan TNI di masa kini. Ia juga mengatakan, lagu itu tidak dimaksudkan untuk menghina profesi dan institusi TNI.

"Sebagai dosen saya tahu persis upaya-upaya reformasi yang dilakukan oleh TNI dan dalam banyak kesempatan saya justru memuji reformasi TNI sebagai reformasi yang berjalan paling maju," ujar Robet.(*)

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Fahri Hamzah Bongkar Sosok Robertus Robet, Getol Lawan Orde Baru dan Lawan Debat yang Berat

IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:

NONTON VIDEO TERBARU KAMI DI YOUTUBE:

IKUTI FANSPAGE TRIBUN JAMBI DI FACEBOOK:

Editor: ekoprasetyo
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved