Dua Gadis di Bawah Umur Bertarif Rp 1,5 Juta di Blitar Nyaris Menjadi Korban Prostitusi Online

Dua gadis di bawah umur nyaris menjadi korban prostitusi online, kasus ini digagalkan Tim Buser Polres Blitar.

Dua Gadis di Bawah Umur Bertarif Rp 1,5 Juta di Blitar Nyaris Menjadi Korban Prostitusi Online
Praktik prostitusi online di hotel dan penginapan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Empat orang berpakaian ketat akhirnya angkat koper dari kamar hotel. (banjarmasin post group/ nia kurniawan) 

TRIBUNJAMBI.COM - Dua gadis di bawah umur nyaris menjadi korban prostitusi online, kasus ini digagalkan Tim Buser Polres Blitar.

Pengungkapan dugaan kasus prostitusi online itu berawal saat gadis di bawah umur tersebut di antar ke sebuah penginapan oleh wanita berusia 26 tahun yang diduga sebagai mucikari RZ di Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar.

Dalam dugaan kasus prostitusi online, Polisi kemudian menyergap RZ wanita  yang diduga sebagai mucikari setelah mengantar dua gadis di bawah umur ke penginapan , Senin (4/3/2019) malam.

Dari tangan RZ yang diduga mucikari, polisi menyita uang hasil transaksi dua gadis di bawah umur itu sejumlah Rp 3 juta dan unit ponsel yang diduga untuk berkomunikasi dengan pelanggan.

"Setelah kami periksa selama lima jam, dia diduga sebagai perantara atas dugaan kasus prostitusi online," kata Kasat Reskrim Polres Blitar, AKP Sodiq Efendi, Rabu (6/3/2019).

Baca: YLKI Perlu Persiapan Matang, Ibnu Khaldun: Karena yang Kita Bawa Ini Kepentingan Orang Banyak

Baca: Daftar Artis yang Merayakan Nyepi 2019, Ada yang Punya Anak Kembar Cakep, Intip Keluarganya Yuk

Baca: Malu Anak Lahir Cacat, Ibu Kandung di Sumenep, Madura Tega Buang Bayi di Area Pemakaman

AKP Sodiq Efendi mengatakan, pengungkapan kasus itu berawal dari laporan masyarakat jika ada transaksi prostusi online.

Saat itu, kata AKP Sodiq Efendi, belum diketahui tempatnya, namun diketahui korbannya merupakan dua anak gadis berusia 14 tahun.

Karena korbannya masih anak-anak, petugas tak tega sehingga dengan serius mencari keberadaannya.

Menurut AKP Sodiq Efendi, RZ yang diduga muncikari, menolak tuduhan petugas saat akan ditangkap.

"Setelah ia mengaku sebagai perantaranya, baru kami menyelamatkan dua bocah gasis itu. Mereka kami ditemukan di dalam kamar," ungkapnya.

Halaman
1234
Editor: heri prihartono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved