Soeharto Ogah Kenakan Rompi Anti Peluru saat ke Bosnia, Benny Moerdany Ngamuk ke Tentara Belanda

Soeharto merupakan presiden kedua Indonesia yang memimpin selama 32 tahun. Selama memimpin Indonesia, Soeharto banyak mengunjungi negara lain.

Soeharto Ogah Kenakan Rompi Anti Peluru saat ke Bosnia, Benny Moerdany Ngamuk ke Tentara Belanda
Soeharto dan Benny Moerdany 

Tidak hanya itu, Soeharto juga meminta agar Sjafrie saja yang memegang rompi itu.

Eh, Sjafrie.Itu, rompi itu cangking (bawa) saja. Kamu cangking saja," ujar Soeharto.

Mendapatkan permintaan dari Soeharto seperti itu Sjafrie hanya bisa pasrah, dan menaatinya.

Ilustrasi
Ilustrasi (pixabay.com)

Melewati Sniper Valley

Menjelang pesawat mereka mendarat di Sarajevo, Sjafrie menyaksikan pemandangan dari jendela pesawatnya.

Pemandangan itu berupa adanya senjata laras panjang berpeluru kaliber 12,7 mm.

Menurut Sjafrie, senjata semacam itu biasa digunakan untuk menembak jatuh pesawat terbang.

Senjata tersebut terus berputar mengikuti pesawat yang ditumpanginya bersama Soeharto.

Meski demikian, Sjafrie baru memberitahukan hal itu enam jam kemudian.

Jafrie menyebut kawasan itu memang didiami banyak para sniper.

Halaman
1234
Editor: suci
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved