Kontak Senjata Terjadi di Poso, Satu Anggota MIT yang Masuk DPO Kasus Terorisme Tewas

Kontak senjata antara aparat dengan DPO kasus terorisme yang ditengarai juga anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT), pimpinan Ali Kalora.

Kontak Senjata Terjadi di Poso, Satu Anggota MIT yang Masuk DPO Kasus Terorisme Tewas
Istimewa
Tim operasi Tinombala menembak mati Subron terdugs teroris jaringan Abu Sayyaf di Poso 

Kontak Senjata Terjadi di Poso, Satu Anggota MIT yang Masuk DPO Kasus Terorisme Tewas

TRIBUNJAMBI.COM - Baku tembak dilaporkan terjadi di Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (3/3/2019) sore.

Kontak senjata antara aparat dengan DPO kasus terorisme yang ditengarai juga anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT), pimpinan Ali Kalora.

Kontak senjata terjadi tepatnya di wilayah perkebunan Desa Padopi, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso.

Sebelum terjdi kontak senjata, Tim Satgas Gabungan Intelijen (SGI) yang dipimpin Mayor Inf Aryudha menerima informasi ada 5 anggota kelompok MIT sedang istirahat di sebuah pondok.

Baca: KPK Panggil 13 Kepala Daerah di Jambi, Pemeriksaan Besar-besaran Harta Kekayaan Bupati-Wali Kota

Baca: Bismillah Aku Menerima Lamaranmu @reinobarack Postingan Pertama Instagram Syahrini

Baca: Bisnis Inovatif Layak Dicoba Nih, Ramalan Zodiak 4 Maret 2019, Semoga Dompet Tambah Tebal

Kemudian tujuh personel tim SGI berangkat menuju Desa Padopi berdasarkan informasi yang disampaikan sekitar pukul 11.39 Wita.

Kemudian sekitar pukul 17.15 Wita terjadi kontak senjata.

Anggota MIT dikabarkan tewas dan setelah diidentifikasi bernama Romsi alias Basyir.

Satu orang lainnya diamankan bernama Aditya alias Idad alias Kuasa.

Ilustrasi kontak senjata
Ilustrasi kontak senjata (Istimewa)

Selain itu, aparat juga menemukan sepucuk senjata laras panjang jenis M-16.

Keterangan yang dikumpulkan, Minggu malam menyebutkan, kontak tembak terjadi antara petugas Tinombala yang terdiri TNI dan Polri dengan DPO kasus terorisme yang berjumlah sekitar lima orang.

Evakuasi jenazah direncanakan akan dilakukan hari ini, Senin 4 Maret 2019.

Dengan tertembak dan tertangkapnya dua DPO kasus terorisme itu maka jumlah DPO yang diburu anggota masih 13 orang lagi.

Sumber : Antara, Tribun Palu

Editor: suci
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved