Hoax dan Kampanye Hitam di Tahun Politik, Ihsan Yunus: Kembali ke Moral Pancasila

Ihsan Yunus, anggota DPR dari Komisi VI, Fraksi PDIP, menyatakan masalah hoax dan kampanye hitam memang tidak bisa dihindari, tapi...

Hoax dan Kampanye Hitam di Tahun Politik, Ihsan Yunus: Kembali ke Moral Pancasila
ist
Ihsan Yunus, anggota DPR dari Komisi VI, Fraksi PDIP, bersama warga. 

Hoax dan Kampanye Hitam di Tahun Politik, Ihsan Yunus: Kembali ke Moral Pancasila

JAMBI - Memasuki hari-hari terakhir menjelang Pemilu Serentak 2019, persoalan hoax dan kampanye hitam (black campaign) makin menjadi.

Sejatinya masalah ini adalah masalah laten setiap kali Indonesia masuk ke tahun politik. Media sosial dan proses demokrasi bagaikan pisau bermata dua.

Media sosial adalah medium penyebaran hoax dan kampanye hitam paling ampuh mengingat mayoritas masyarakat Indonesia adalah pengguna aktif media sosial.

Padahal peran media sosial dalam proses demokratisasi sangatlah penting sebagai salah satu saluran suara rakyat.

Ihsan Yunus, anggota DPR dari Komisi VI, Fraksi PDIP, menyatakan masalah hoax dan kampanye hitam memang tidak bisa dihindari apalagi di tahun politik.

“Ini masalah yang sebenarnya terus berulang. Cara ampuh untuk jatuhkan lawan politik memang seringkali menggunakan hoax dan black campaign."

"Partai tempat saya bernaung contohnya -PDIP, sering diserang hoax dari tuduhan anti Islam sampai berhaluan komunis. Tuduhan-tuduhan ini tidak bertanggung jawab dan menurunkan integritas demokrasi Indonesia,” ujar Ihsan.

Dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI, Desa Pulau Baru, Kecamatan Masumai, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, tanggal 31 Januari 2019, Ihsan Yunus juga menyoroti rendahnya pemahaman Pancasila sebagai awal buruknya citra politik Indonesia.

“Dalam hidup berbangsa, kita memiliki empat pilar utama yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika"

"Di dalam Pancasila, ada arahan moral ktia dalam menjalankan keseharian yang dulu dikenal dalam butir-butir Pancasila"

"Dahulu generasi muda diberikan pemahaman mendalam soal moral Pancasila yang jadi kurikulum wajib sekolah lewat mata ajar Pendidikan Moral Pancasila (PMP)."

"Miris sekarang justru banyak generasi muda kita yang ikut-ikutan memperkeruh politik nasional lewat media sosial. Jangan-jangan karena mereka tidak sempat mendapat pelajaran PMP itu.”

“Saya pribadi selalu sampaikan kepada tim yang membantu kegiatan kampanye saya sebagai caleg untuk tidak ikut-ikutan menyebarkan hoax dan kampanye hitam untuk lawan politik sekalipun."

"Apabila ada hoax saya dorong tim untuk bertabayun dan menanggapinya dengan kepala dingin. Kemarahan kita justru adalah salah satu hal yang ingin dicapai para penyebar hoax itu,” tambah Ihsan lebih lanjut yang tahun ini kembali bertarung untuk masuk Senayan lewat Dapil Jambi. (*)

TONTON VIDEO: Gisella Anastasia Ngaku Milih Jomblo Daripada Balikan dengan Gading Martin

IKUTI INSTAGRAM KAMI: TER-UPDATE TENTANG JAMBI

Editor: nani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved