Breaking News:

Pilpres 2019

Saat Ustad Abdul Somad (UAS) Disoraki Jamaah Ungkap Pilihan Capres, UAS: Aku Tak Cakap Begitu

Dan tiba-tiba sejumlah jamaah berteriak 'Capres nomor 2'. Mendengar hal itu UAS langsung menghentikan ceramahnya sejenak. "Aku tak cakap begitu,"

Editor: andika arnoldy
Ustadz Abdul Somad 

Ustadz Abdul Somad menyatakan, perang ayat antarumat akan terjadi.

Solat pun, kata Ustadz Abdul Somad, akan kacau.

lihat video ini

https://youtu.be/ymOkMMb4ZF0

"Nanti, pendukung saya, saat solat akan menyatakan waladh dholin, maka jamaah akan menjawab, Somad, kan kacau ini," katanya.

Masjid jadi rusak, yang tidak memilih Ustadz Abdul Somad pun akan menjadi menyebutkan Somad padahal seharusnya umat menjawab, Aamiin.

Saat mendengarkan keterangan itu, peserta ceramah pun menjadi riuh untuk menanggapi penyampaian alasan Ustadz Abdul Somad yang sangat lugas tersebut.

Nama Ustadz Abdul Somad pun menjadi pilihan yang disampaikan saat berlangsungnya Ijtima Ulama I dan Ijtima Ulama II.

Setelah sekian lama memendam alasan tersebut, akhirnya Syekh Abdul Somad menyampaikan alasan sebenarnya di balik penolakannya.

Sejumlah umat Islam selalu mendoakan yang terbaik untuk guru Syekh Abdul Somad yang menjadi penceramah paling populer di Indonesia, saat ini.

Setiap penyelenggaraan ceramah yang menghadirkan Syekh Abdul Somad selalu penuh sesak dan bisa disaksikan melalui drone tentang peserta ceramahnya.

Dalam sejumlah kesempatan, Syekh Abdul Somad menyatakan, ceramahnya di sejumlah tempat selalu disaksikan dengan jumlah orang yang terbatas.

"Pahala anak muda yang kemudian menyebarkan ceramah saya melalui berbagai aplikasi itu akan mengalir pahala kepada dia," katanya.

Soalnya, kata Syekh Abdul Somad, saat ceramah di stadion, maka yang menyaksikannya hanya orang di stadion itu.

"Tapi, dengan kreativitas anak muda, mereka merekam, memotong video dan menyajikannya dengan baik, maka pahalanya akan diterima oleh mereka," katanya.

Baca: UPDATE LENGKAP! Ramalan Zodiak Hari ini Minggu 3 Maret 2019, Pisces, Capricorn, Aries, Gemini

Baca: Penderita Obesitas Asal Karawang Sunarti Meninggal, Penjelasan RSHS Bandung Sempat Jalani Operasi

Baca: Soompi Awards ke 14 Hadir di Tahun 2019, #TwitterBestFandom dan #TeamEXO jadi Trending Topik

Syekh Abdul Somad juga dijagokan akan tampil sebagai salah satu tokoh Nahdlatul Ulama dan dijagokan meraih posisi Ketua Umum Nahdlatul Ulama.

Fakta ini juga menjadi salah satu faktor yang memicu terjadinya gesekan di mana di sejumlah lokasi, khususnya di Jawa Tengah dan beberapa lokasi lain, Syekh Abdul Somad ditolak ormas tertentu.

Syekh Abdul Somad sudah mengadukan masalahnya di antaranya di Polda Bali, saat dirinya dipersekusi, tapi kasusnya pun tidak ada kejelasannya.

Dalam kasus itu, bahkan Syekh Abdul Somad dihadang dengan sejumlah orang menenteng senjata tajam.

Membludaknya sejumlah peserta ceramah Syekh Abdul Somad di dalam dan luar negeri di antaranya karena kepiawaian Syekh Abdul Somad untuk menyampaikan materi yang sangat diperlukan umat Islam.

Di samping itu, yang paling dinantikan adalah sesi tanya jawab.

Dalam kesempatan tanya jawab tentang berbagai persoalan kehidupan baik agama dan persoalan lain, Syekh Abdul Somad mampu memberikan jawaban yang memuaskan.

Baca: VIDEO: Keluarga Sandiaga Uno Dukung Jokowi, Sandi: Tak Masalah, Om Saya Juga Jadi Penasehat Jokowi

Baca: VIDEO: Cuplikan Gol Manchester United Vs Southampton, Gol Indah Pereira, Penalti Aneh Pogba Gagal

Baca: Hujatan Untuk Salmafina Tak Kunjung Berhenti, Sunan Kalijaga Turun Tangan Beri Peringatan Ini

Dalam kesempatan ceramahnya, Syekh Abdul Somad kembali menegaskan bahwa umat Islam harus berpolitik.

Umat Islam harus mempunyai kekuasaan karena jika tidak, maka umat Islam akan menjadi bulan-bulanan.

Meski, Syekh Abdul Somad telah memutuskan untuk tidak menerima posisi menjadi cawapres.

Dengan tegas Syekh Abdul Somad menyatakan, umat Islam harus masuk politik dan kemudian merebut kekuasaan.

Hal tersebut juga dicontohkan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved