Kopassus vs Tropaz, Baret Merah Ditembaki saat Melayang di Udara Demi Lawan Pasukan Didikan Portugis

Aksi mendebarkan pasukan elite andalan TNI AD, yaitu Komando Pasukan Khusus (Kopassus) tidak hanya berada di dalam negeri saja.

Kopassus vs Tropaz, Baret Merah Ditembaki saat Melayang di Udara Demi Lawan Pasukan Didikan Portugis
Pasukan Khusus Terjun Payung 

TRIBUNJAMBI.COM - Aksi mendebarkan pasukan elite andalan TNI AD, yaitu Komando Pasukan Khusus (Kopassus) tidak hanya berada di dalam negeri saja.

Bahkan pernah gemparkan dunia lewat akasi cepatnya selamatkan sandera di Thailand, Kopassus jadi pasukan elite yang cukup disegani dunia karena aksi itu.

Namun, ada kisah yang sangat heroik dari prajurit Kopassus, semua diceritakan saat Timor Timur masih dalam pangkuan Ibu Pertiwi.

Sejarah mencatat, Kopassus pernah berjuang sengit melawan pasukan Tropaz dan Fretilin saat melancarkan operasi ke Timor Timur yang kini bernama Timor Leste.

Baca Juga:

Cerita Hartini Pramugari Garuda Indonesia Istri Kopassus, Suami Kerap Menghilang

Kopassus Pakai Baju Tradisional Tagalog Kawal Presiden Filipina: Dari Ancaman Kudeta Separatis

Kopassus Bikin Gentar Seluruh Angkatan Bersenjata di Dunia, Kisah 30 Prajurit Usir 3.000 Pemberontak

Pemberontak PRRI Dibikin Kocar-kacir, Prajurit Kopassus Juga Temukan Peti Penuh Berisi Uang

Seperti dilansir dari buku 'HARI H 7 DESEMBER 1975 - REUNI 40 TAHUN OPERASI LINTAS UDARA DI DILI TIMOR PORTUGIS' yang disunting Atmadji Sumarkidjo dan diterbikan penerbit Kata, kala itu Pasukan penjaga Timor Timur (Dili) bernama Tropaz.

Pasukan pemberontak didikan Portugis ini harus dihadapi Kopassus kala itu.

Tropaz merupakan pasukan Timor Leste didikan Portugis yang kenyang dengan pengalaman tempur gerilya.

7 Desember 1975, TNI menggelar operasi lintas udara terbesar untuk menguasai Kota Dili, Timor Portugal.

Ilustrasi Kopassus
Ilustrasi Kopassus 

Jumlah pasukan yang diterjunkan 270 orang Prajurit Para Komando dari Grup I Kopasandha (kini Kopassus) dan 285 prajurit Yonif 501.

Banyak kelemahan dari operasi penyerbuan itu, seperti data intelijen yang salah.

Halaman
1234
Editor: ekoprasetyo
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved