Kisah Mencekam 5 Jasad 'Abadi' para Pendaki Puncak Everest: Jasad Mallory 75 Tahun Membeku

TRIBUNJAMBI.COM - Gunung Everest tidak hanya bukti keagungan keindahan alam, tapi juga tempat menantang

Kisah Mencekam 5 Jasad 'Abadi' para Pendaki Puncak Everest: Jasad Mallory 75 Tahun Membeku
surya/rtr
Puncak Everest 

Dia ditemukan tahun 1935, ekspedisi itu terdokumentasikan dalam buku harian di dekat mayatnya.

3. Hannelore Schmatz dan Ray Genet (Jerman)

Pada 1979 Hannelore Schmatz bersama Ray Genet dalam perjalanan turun memutuskan untuk bermalam di camp dalam kantong tidur tanpa penutup kepala.

Setelah terjadi badai salju, Ray meninggal karena hipotermia sedangkan Hannelore menyerah kelelahan hanya sejauh 330 kaki dari perkemahan.

Baca: Jelang Derby Merseyside! Misi Everton Jegal Liverpool Jadi Juara Liga Inggris Musim Ini

Baca: Dua Cara Nonton Live Streaming Laga Everton vs Liverpool di Liga Inggris Pada Ponsel Via MAXstream

2. Karl Gordon Henize (Amerika)

Pada 1993 Karl Gordon Henize seorang profesor dan ilmuwan NASA mengambil cuti untuk mendaki Everest.

Dia ingin menguji alat NASA untuk radiasi di tempat berbeda guna mempelajari efek pada jaringan tubuh manusia.

Namun pada hari kedua Henize mengalami kegagalan paru-paru, dia tidak dapat turun dari gunung dan meninggal pada ketinggian 18.000 kaki.

Baca: Khawatir Banjir, Petani di Jambi Tunda Masa Tanam

Baca: Masih Hutang 2 Bulan di Akhir 2018, Segini Jumlah Hutang BPJS di RSUD KH Daud Arif

1. Francys Arsentiev (Amerika)

Pada 1998, Francys Arsentiev mendaki bersama suaminya, namun ketika suaminya berhenti di camp, Francys melanjutkan perjalanan sendiri tanpa suplemen oksigen.

Sehari kemudian suaminya dengan membawa oksigen serta obat-obatan menemukan jasad istrinya telah membeku. (Muflika Nur Fuaddah)

Editor: ridwan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved