Pemerintah Jambi Usulkan Tiga Nama Baru untuk Jadi Pahlawan Nasional

Pemprov Jambi akan kembali mengajukan tiga nama pejuang asal Jambi untuk ditetapkan sebagai pahlawan nasional dari Jambi, selain Sultan Thaha.

Pemerintah Jambi Usulkan Tiga Nama Baru untuk Jadi Pahlawan Nasional
Tribunjambi/Zulkifli
Kepala Dinsosdukcapil Provinsi Jambi Arief Munandar. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Hingga saat ini Provinsi Jambi baru memiliki satu orang pahlawan yang bergelar pahlawan nasional, yakni Sultan Thaha Saifuddin, padahal masih ada sejumlah nama yang layak untuk menyandang gelar itu.

Terkait hal ini, Pemprov Jambi melalui Dinas Sosial, Kependudukan dan Pencatatan Sipil akan kembali mengajukan tiga nama pejuang asal Jambi untuk ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

Ketiga nama pahlawan Jambi tersebut adalah Kolonel Abundjani, Depati Parbo dan Raden Mattaher.

Kepala Dinsosdukcapil Provinsi Jambi Arief Munandar saat ditemui Tribunjambi.com jumat (1/3) mengatakan, sebenarnya nama pejuang Jambi sudah bisa diajukan ke Kementerian Sosial dari segi sejarahnya. Namun ada syarat teknis yang belum lengkap, sehingga belum bisa diajukan ke pusat.

Baca: Jalan Licin, Mobil Hilang Kendali dan Menghantam Pagar Kantor BPS Tanjab Barat, Kondisinya Remuk

Baca: VIDEO: Jadwal & Link Live Streaming Perseru Serui Vs Persebaya Surabaya Piala Presiden 2019

Baca: Jual Beli Karbon dan Oksigen, Bank Dunia Pilih Jambi Jadi Lokasi Pelaksanaan Program Biocarbon Fund

Baca: Misteri Keberadaan Pesawat MH370 Diungkap Pakar Satelit, Begini Analisanya

"Yang tidak ada yakni buku perjuangan, dan Focus Group Discussion (FGD). Nantinya untuk pengumpulan data akan melibatkan ahli sejarah, veteran, hingga keluarga pejuang itu sendiri,” kata Arief.

Arief menyebutkan, setidaknya ada tiga nama pejuang yang sangat berpotensi untuk diajukan setelah buku dan FGD selesai dirampungkan. "Seperti nama Raden Mattaher, Depati Parbo, dan Kolonel Abundjani," ujarnya.

Lebih lanjut Arif mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemetaan tugas untuk memenuhi persyaratan yang dibutuhkan, seperti menugaskan Kepala Bidang Sosial Provinsi untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah guna mewujudkan buku perjuangan tersebut.

"Kita kira tahun ini bisa dianggarkan, sedangkan untuk realisasinya dilakukan tahun depan. Sebenarnya tidak banyak kisaran Rp 150 juta untuk membuat buku itu, namun nanti akan kita efisienkan juga mengingat sekarang sudah zaman E-Book (Gadjed, red)," terangnya.

Lebih lanjut Arief mengatakan, setelah syarat teknis ini lengkap, kata Arief, barulah akan diajukan ke Kementerian sosial untuk melewati tahapan selanjutnya.

Sementara itu, arti penting bertambahnya pahlawan nasional ini sendiri bagi Jambi, kata Arief adalah dapat menunjukkan Jambi juga ikut berjuang saat mengusir penjajah dari negeri ini. Dan yang tak kalah penting yakni memupuk rasa nasionalisme pada anak muda Jambi, yang dapat lebih bangga pahlawannya bisa diakui secara nasional.

"Kita optimis, apalagi nama ketiganya kan sudah menjadi nama tempat penting seperti Rumah Sakit Raden Mattaher di Kota Jambi, Rumah Sakit Kolonel Abundjani di Merangin, dan Bandara Depati Parbo di Kerinci. Nama ketiganya juga dijadikan nama jalan,” beber Arief.

Baca: Dua Bandar Narkoba di Desa Pangkal Duri, Mendahara Diringkus, Polisi Temukan Ini Saat Penggerebekan

Baca: Kenapa Makan Nasi Lauk Mi Instan Berbahaya Bagi Kesehatan? Ini Perhitungan Kalorinya

Baca: Jadwal Bola Pekan Ini di Liga Italia, Spanyol & Inggris! Catat Duel Sengit El Clasico & 2 Derby

Baca: Bukan Cuma Banjir Luapan Air Laut, BPBD Minta Warga Antisipasi Banjir Rob

Ke depan, Arief menyebut agar masyarakat juga bersabar karena pihaknya juga tengah mengusahakan label nasional ini pada pejuang Jambi.

"Jadi kita akan mengusahakan sekuat tenaga untuk pembuatan buku dan Seminar (FGD) nantinya," tandasnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved