Oknum Kades Gelapkan Dana Desa Untuk Beli Avanza dan Biaya Berobat

Tergiur wanginya dana desa Seorang Kades diduga melakukan penggelapan dana desa untuk berobat dan membeli mobil Avanza

Oknum Kades Gelapkan Dana Desa Untuk Beli Avanza dan Biaya Berobat
Shutterstock
Ilustrasi korupsi.

TRIBUNJAMBI.COM - Tergiur wanginya dana desa Seorang Kades diduga melakukan penggelapan dana desa untuk berobat dan membeli mobil Avanza.

ZU (42), Kepala Desa Ulak Lebar Non Aktif, Kecamatan Ulu Ogan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menggelapkan dana desa untuk membeli avanza sehingga harus berurusan dengan Polres OKU.

Zu disangka melakukan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan dan Penggunaan Dana Desa (DD) bersumber dari APBN RI tahun anggaran 2017 untuk kepentingan pribadi membeli mobil.

Kapolres OKU AKBP NK Widayana Sulandari didampingi Kasat Reskrim Polres OKU AKP Alex Andrian SKom dalam press rilis di halaman Mapolres OKU, menyatakan, modus korupsi dana desa dengan cara pencairan dan penggunaan dana desa dilakukan sendiri tanpa melibatkan perangkat desa selaku PTPKD.

Baca: Diduga Bermotif Cemburu, Mahasiswi Cantik Dibunuh Pacar, Mayatnya Dibuang ke Selokan

Baca: Profil Alfito Deannova, Moderator Debat Ketiga Pilpres 2019. 20 Tahun Menjadi Jurnalis

Baca: Mantannya Menikahi Syahrini, Luna Maya Banjir Dukungan dari Netizen

Selanjutnya dana desa yang telah dicairkan yaitu DD tahap-1 sebesar Rp 481.057.200 dikuasai sendiri dan digunakan untuk keperluan pribadi.

“Dana desa yang dicairkan digunakan pelaku untuk keperluan pribadi yakni membeli satu unit mobil jenis Toyota Avanza seharga Rp 150 Juta, untuk keperluan biaya pengobatan pribadi dan keperluan pribadi lainnya."

"Kasus ini kami ungkap sejak adanya laporan pada april 2018 lalu," katanya.

Dari tangan tersangka Polres OKU menyita barang bukti berupa satu unit mobil pribadi jenis Toyota avanza seharga Rp 150 Juta."

"Serta melakukan penyitaan terhadap rekening pribadi tersangka pada salah satu bank di Baturaja dan melakukan pemblokiran saldo rekening tersangka sebesar Rp 96 Juta.

“Total penyelamatan keuangan negara sebesar Rp 246.000.000,” katanya.

Halaman
123
Editor: heri prihartono
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved