Breaking News:

Warga Soko Kecewa, Bupati Masnah Dianggap Ingkar Janji

Perwakilan Masyarakat menganggap Bupati Muarojambi ingkar janji dengan apa yang disampaikan pada Jumat (21/2) lalu.

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Teguh Suprayitno
tribunjambi/syamsul bahri
Bupati Muarojambi, Masnah Busro menemui masyarakat perwakilan dari tiga desa dan satu kelurahan di Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muarojambi, Jumat sore (22/2). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI-Perwakilan Masyarakat menganggap Bupati Muarojambi ingkar janji dengan apa yang disampaikan pada Jumat (21/2) lalu.

Hal ini disampaikan oleh Antoni perwakilan dari Desa Sogo usai menghadiri Rapat yang di gelar Selasa (26/2) di Ruang Rapat Wakil Bupati.

“Seharusnya tidak seperti yang hari ini terjadi. Tapi beda yang terjadi, Saya tidak bilang itu ingkar janji, tapi itulah faktanya mereka tidak bisa hadir,” ujarnya.

Sebelumnya pada Jumat lalu, Bupati mengatakan bahwa pada pertemuan hari ini, akan memberikan keputusan terhadap konflik lahan yang terjadi di Kecamatan Kumpeh. Namun dalam rapat hari  ini Bupati hanya diwakilkan oleh Asissten I Bidang Pemerintahan, Najamuddin.

Baca: Bupati Masnah Lakukan Kunker ke PT Sampoerna, Bahas Beasiswa untuk Anak Muarojambi

Baca: Ini Penyebab Angka Kematian Bayi Tinggi di Batanghari, Ibu Hamil Haru Tahu

Baca: Kematian Bayi di Batanghatri Meningkat, Setahun 25 Bayi Meninggal

Baca: Gara-gara Sabu Sebanyak Ini, Kaspul Divonis 10 Tahun Penjara

Tidak hanya itu, bahkan dalam rapat ini masyarakat juga merasa kecewa. Karena Bupati juga sempat mengatakan bahwa pada rapat hari ini akan mempertemukan pihak perusahaan PT Bukit Bintang Sawit (BBS) dengan masyarakat.

“Sudah saya sampaikan di forum tadi, acara hari ini sudah berlainan dengan rencana bupati. Rencananya itu kan mempertemukan masyarakat dengan pimpinan perusahaan. Tapi hari ini meleset tidak sesuai dengan planing. Semua masyarakat kecewa lah ketidak hadiran Bupati dan pihak perusahaan,” terangnya.

“Harapannya sesuai rencana bupati itu, kami bisa mendengarkan apa tawaran-tawaran dari pihak perusahaan terhadap tuntutan kami. Hari ini kami mengharapkan eksekusi, putusan tapi ini tidak,” ucapnya.

Sementara itu, dikatakan oleh Antoni bahwa hasil rapat tersebut bahwa tim verifikasi akan melakukan verifikasi ke lapangan. Meskipun memang dikatakan oleh Antoni bahwa hal semacam ini sudah berulang kali di lakukan.

“Kami minta sebenarnya putusan bupati, eksekusi terhadap apa yang menjadi hak masyarakat. Karena semua yang di tuntut oleh masyarakat sudah jelas. Nah ketegasan dan keberanian bupati ini yang kami harapkan,” terangnya.

Sementara saat ditanya kapan limit waktu tim verifikasi melakukan verifikasi, Antoni mengatakan bahwa tidak ada limit waktu. Namun pihaknya meminta agar proses verifikasi sesegera mungkin untuk dilakukan dan diselesaikan.

“Kami minta tadi agar persoalan ini dapat di diselesaikan sebelum pemilu 17 April 2019,” pungkasnya.

Baca: 8 Jam Belum Ditemukan, Pencarian Bocah SD yang Tenggelam di Kerinci Dilanjutkan Besok

Baca: Bawaslu Akui Kasus Rahmad Derita Dihentikan, Ini Peyebabnya

Baca: Bawaslu Akui Kasus Rahmad Derita Dihentikan, Ini Peyebabnya

Baca: 672 Warga Binaan Lapas Klas II Jambi Akan Memilih di Pemilu Serentak

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved