Susana Bernasib Tragis di Tangan Penculik, Surat di Samping Mayat Ungkap Suami Lebih Memilih Uang

Polisi juga mendapati bukti di dalam kantong sampah tempat mayat Susana berada ditemukan sepucuk catatan.

Susana Bernasib Tragis di Tangan Penculik, Surat di Samping Mayat Ungkap Suami Lebih Memilih Uang
CEN/pixabay
Susana Carrera harus mati dengan kepala terpenggal karena suami tak mau bayar uang tebusan kepada penculik | Ilustrasi penculikan 

Wanita Bernasib Tragis di Tangan Penculik, Gara-gara Suami Lebih Memilih Uang

TRIBUNJAMBI.COM - Korban penculikan ini bernasib tragis.

Seorang istri yang diculik telah ditemukan mati mengenaskan di dalam sebuah kantong sampah.

Wanita bernama Susana Carrera asal Veracruz, Meksiko Timur ini ditemukan tewas dalam keadaan kepala terpenggal pada 18 Februari 2018.

Mengutip Mirror, Selasa (26/2) penyelidikan polisi juga mendapati bukti di dalam kantong sampah tempat mayat Susana berada ditemukan sepucuk catatan.

Catatan itu bertuliskan jika suami Susana tak sudi membayar tebusan senilai 161 juta poundsterling (Rp 2 miliar) kepada penculik istrinya.

Baca: Masyarakat Kecewa, Pihak PT BBS tidak Hadir Dipertemuan, Padahal Sesuai yang Dijanjikan Bupati

Baca: VIDEO: Siapakah Lambe Turah? Sedang Live Kepencet, Wajah Asli Admin Lambe Turah Terungkap!

Baca: LIVE SEKARANG! Link Streaming MNC TV Persija Jakarta Vs Becamex Binh Duong, Piala AFC 2019

"Suaminya tidak akan membayar uang tebusan," bunyi catatan tersebut.

Awal mula kejadian ini ialah saat Susana berada di luar rumah seorang teman di mana dia pergi untuk menjemput anaknya pada awal bulan ini.

http://asset-a.grid.id/crop/0x0:0x0/700x465/photo/2019/02/26/1493217019.jpg
CEN
Susana Carrera harus mati dengan kepala terpenggal karena suami tak mau bayar uang tebusan kepada penculik

Laporan mengatakan ketika dia membunyikan bel pintu rumah temannya, sebuah mobil muncul dan seorang pria meraihnya yang lantas memaksa Susana masuk ke mobil.

Satu minggu kemudian, jenazah wanita itu ditemukan di sebuah tas di jalanan Coatzacoalcos, di negara bagian Veracruz, Meksiko timur, di samping sebuah catatan dari para penculik.

Halaman
1234
Editor: nani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved