Sudah Dipenjara Selama 39 Tahun, Pria Ini Terbukti tidak Bersalah, Dapat Kompensasi Ratusan Miliar

Craig Coley dijebloskan ke dalam bui pada 1978 atas kasus pembunuhan terhadap kekasih dan putranya yang berusia 4 tahun.

Sudah Dipenjara Selama 39 Tahun, Pria Ini Terbukti tidak Bersalah, Dapat Kompensasi Ratusan Miliar
Ilustrasi Penjara 

Sudah Dipenjara Selama 39 Tahun, Pria Ini Terbukti tidak Bersalah, Dapat Kompensasi Hingga Ratusan Miliar

TRIBUNJAMBI.COM - Craig Coley dijebloskan ke dalam bui pada 1978 atas kasus pembunuhan terhadap kekasih dan putranya yang berusia 4 tahun.

Pada 2017, dia dibebaskan dari penjara setelah mendekam selama 39 tahun.

Laporan Los Angeles Times menyebutkan, dia diberi pengampunan oleh pemerintah kota Simi Valley, California, Amerika Serikat.

Bukti DNA dan penyelidikan ulang yang begitu menguras waktu membuktikan dia tidak bersalah.

Pada Sabtu lalu, pemerintah akhirnya sepakat untuk memberikan kompensasi kepada Coley senilai 21 juta dollar AS atau sekitar Rp 294,3 miliar.

Baca: Malaysia Airlines MH724 Mendarat Darurat di Bandara Sultan Thaha Jambi, Begini Kondisi Terbarunya

Baca: Pesawat Malaysia Airlines MH724 Mendarat Darurat di Sultan Thaha Jambi, Begini Hasil Tracking Radar

Baca: SUPERSEMAR: Ajudan Ungkap Kepedihan Soekarno yang Dikibuli Soeharto, Detik-detik Diusir Dari Istana

Baca: Review Film: Rilis Teaser Poster Perempuan Tanah Jahanam, Bocoran Cerita Film Horor Baru Joko Anwar

"Inisiatif Departemen Kepolisian Simi Vallet untuk membuka kembali kasus ini, mengarah pada penemuan bukti DNA," demikian pernyataan pemerintah kota.

"Pada akhirnya terbukti bahwa Coley secara faktual tidak bersalah, dan mendapat pengampunan dari gubernur," imbuhnya, seperti dikutip dari ABC News.

Selama kasus ini berjalan, Coley selalu mempertahankan argumennya tidak melakukan pembunuhan.

"Meski tidak ada jumlah uang yang dapat menebus apa yang telah terjadi pada Coley, menyelesaikan kasus ini merupakan hal benar bagi Coley dan masyarakat kami," ujar Manager Kota Eric Levitt.

Halaman
12
Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved