HEROIK - Sejarah Mencatat 30 Anggota Kopassus Pernah Kalahkan 3000 Pemberontak Kongo

Ternyata tentara nasional kita TNI pernah membuat dunia kagum dengan apa yang mereka lakukan

HEROIK - Sejarah Mencatat 30 Anggota Kopassus Pernah Kalahkan 3000 Pemberontak Kongo
Personel Gultor 81 Kopassus 

TRIBUNJAMBI.COM - Ternyata tentara nasional kita TNI pernah membuat dunia kagum dengan apa yang mereka lakukan.

Melansir dari Artileri.org, Kopassus sebagai bala tentara utama Indonesia pernah menjalankan misi yang dianggap mustahil oleh seluruh angkatan bersenjata di dunia.

Berawal pada tahun 1962 di negara Kongo yang waktu itu sedang bergejolak, TNI kembali diminta oleh United Nations/Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengirim pasukan perdamaian ke Kongo.

Di bawah pimpinan Letjen TNI Kemal Idris pasukan perdamaian indonesia tersebut diberi nama Kontingen Garuda III (Konga III) yang anggotanya diambil dari Batalyon 531 Raiders, satuan-satuan Kodam II Bukit Barisan, Batalyon Kavaleri 7, dan unsur tempur lainnya termasuk Kopassus yang waktu itu masih bernama Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD).

Konga III berangkat dengan pesawat pada bulan Desember 1962 dan akan bertugas di Albertville, Kongo selama delapan bulan di bawah naungan UNOC (United Nations Operation in the Congo).

Baca: Suka Gado-Gado Dan Karedok, Cara Cawapres Maruf Amin Jaga Stamina Untuk Sosialiasi Pilpres.

Baca: Malaysia Airline Mendarat Darurat di Bandara Jambi, Ini Penyebabnya Menurut Angkas Pura

Baca: ILC Selasa (26/2) Pukul 20.00 WIB - Angkat Tema Perlukah Pernyataan Perang Total Dan Perang Badar?

Daerah yang menjadi medan operasi pasukan Garuda terkenal sangat berbahaya karena di situ terdapat kelompok-kelompok milisi atau pemberontak pimpinan Moises Tsommbe yang berusaha merebut daerah tersebut karena kaya akan sumber daya mineral.

Hubungan interaksi antara pasukan Konga III dengan pasukan perdamaian negara lain terjalin sangat erat, mereka terdiri dari pasukan perdamaian Filipina, India dan bahkan dari Malaysia yang pada tahun 1962 Indonesia sedang gencar-gencarnya menyerukan konfrontasi Ganyang Malaysia dikobarkan, tapi di bawah bendera PBB sikap tersebut hilang karena profesionalitas personel Konga III.

Kontingen pasukan perdamaian India merupakan yang terbesar dan terbanyak jumlahnya di UNOC dan terorganisir dengan baik, sedangkan pasukan Garuda hanya berkekuatan kecil akan tetapi mampu melakukan taktik perang gerilya dengan baik.

Bukan hanya soal perang melulu, Konga III juga mengajarkan masyarakat setempat untuk mengolah berbagai macam tumbuhan yang berada di sekitar mereka untuk dijadikan makanan, seperti cara mengolah daun singkong sehingga enak dimakan.

Baca: Gantikan Isnedi Jadi Wakil Ketua DPRD Merangin, Ini yang Dikatakan Syafrudin

Baca: Tingkatkan Kualitas Pengasuhan Anak, Kader BKB Desa Pudak dan Kasang Pudak Ikut Pembinaan di BKKBN

Baca: Rupiah Hari Ini - Nilai Tukar Rupiah Selasa (26/2/2019_ Menguat di Level Rp 13.989 per Dollar AS

Suatu hari terjadi serangan mendadak di markas Konga III yang dilakukan oleh para pemberontak yang diperkirakan berkekuatan 2000 orang. Markas Konga III dikepung oleh para pemberontak tersebut.

Halaman
123
Editor: heri prihartono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved