Dua Partai Politik Ini DInyatakan Tidak Mencalonkan Mantan Narapidana Korupsi Sebagai Caleg.

Sementara 209 peserta pemilu berasal dari berbagai partai politik masih mencalonkan orang-orang yang diragukan karena pernah menjadi narapidana kasus

Dua Partai Politik Ini DInyatakan Tidak Mencalonkan Mantan Narapidana Korupsi Sebagai Caleg.
TRIBUNNEWS/DANANG TRIATMOJO
KPU kembali mengumumkan daftar calon anggota legislatif (caleg) mantan terpidana korupsi, Selasa (19/2/2019). KPU menambah 32 nama lagi, setelah sebelumnya merilis 49 nama caleg mantan napi korupsi pada 30 Januari lalu. 

TRIBUNJAMBI.COM- Partai Nasdem dan PSI adalah dua partai yang tidak mencalonkan mantan narapidana sebagai calon anggota legislatif.

Sementara 209 peserta pemilu berasal dari berbagai partai politik masih mencalonkan orang-orang yang diragukan karena pernah menjadi narapidana kasus korupsi.

Ini disampaikan Mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Zulkarnain. Senin (25/2/2019) kepada wartawan mengatakan, pemilih diminta berhati-hati menentukan pilihannya di pemilu ini.

KPU kembali mengumumkan daftar calon anggota legislatif (caleg) mantan terpidana korupsi, Selasa (19/2/2019). KPU menambah 32 nama lagi, setelah
sebelumnya merilis 49 nama caleg mantan napi korupsi pada 30 Januari lalu.

Berdasarkan data KPU Sebanyak 81 Daftar caleg, baik DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, maupun DPD mantan narapidana korupsi, beserta partai politik pengusungnya yang telah diumumkan KPU dapat menjadi acuan bagi pemilih dalam menilai rekam jejak.

"Karena itu integritas partai politik juga harus menjadi perhatian. Sebab masyarakat juga sudah mulai kritisi dalam melihat rekam jejak ini," kata Zulkarnain.

Baca: Hadiri Pencanangan Zona Integritas di PN Bungo, Ini yang Disampaikan Bupati Mashuri

Baca: TRIBUNWIKI - Daftar & Alamat Hotel dengan Tarif Dibawah Rp 600 Ribu per Malam di Kota Jambi

Baca: VIDEO VIRAL: Karyawan Resto Lakukan Hal Menjijikkan saat Siapkan Makanan, Pelanggan Rekam Pakai HP

Ia mengatakan, berdasarkan pengalaman-pengalaman pemberantasan korupsi, soal rekam jejak tak bisa dipandang enteng.

“Calon legislatif yang rekam jejaknya bermasalah, berpotensi juga membuat masalah ketika sudah terpilih," paparnya

Di sisi lain, partai politik harus semakin didorong untuk menampilkan calon legislatif yang betul-betul memiliki integritas yang baik. Apalagi sampai saat ini masih banyak partai politik yang justru mencalonkan politisi yang memiliki rekam jejak buruk.

Dihubungi terpisah, Direktur Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini menilai, keterlibatan para caleg mantan narapidana korupsi tidak lepas dari peran partai yang mengusungnya.

Halaman
12
Editor: andika arnoldy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved