Sopir Disuruh Transfer Sampai Rp 5 M, Plt Ketua PSSI Kembali Diperiksa

opir Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono mengaku mendapat perintah dari majikannya untuk mengamankan sejumlah dokumen dan rekaman CCTV

Sopir Disuruh Transfer Sampai Rp 5 M, Plt Ketua PSSI Kembali Diperiksa
Tribunnews
Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono. 

JAKARTA, TRIBUN - Sopir Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono mengaku mendapat perintah dari majikannya untuk mengamankan sejumlah dokumen dan rekaman CCTV di Kantor Komisi Disiplin PSSI di Kuningan pada 1 Februari 2019 lalu. Tak hanya diperintah untuk mengamankan sejumlah dokumen, sang sopir juga diperintah unutk mengamankan CCTV.

Hal tersebut dia ungkapkan kepada Najwa Shihab dalam cuplikan video yang diunggah akun Instagram program televisi Mata Najwa @matanajwa, Rabu (20/2).

"Pak Jokdri telepon saya. Amankan (musnahkan) semua yang berbentuk kertas, kecuali majalah, buku dan laptop," tutur sang sopir.

Joko Driyono kemudian kembali menelepon sang sopir saat saat sang sopir berada di lampu merah bundaran Epicentrum, Jakarta. "Amankan CCTV juga. Saya sudah koordinasi," ujarnya sambil menirukan ucapan Joko Driyono.

Sang sopir tidak hanya bertugas mengantar Joko Driyono bepergian. Sang sopir juga pernah mendapat tugas untuk mengirimkan sejumlah uang atas permintaan Jokdri.

"Kadang-kadang Bapak minta tolong transfer segala macam," ujarnya.

Saat ditanya berapa nominal uang paling besar yang pernah dia transfer, sang sopir menjawab, "Lima." "Lima apa," tanya Najwa. '"Rp 5 miliar," jawabnya.

Satgas Antimafia Bola telah menetapkan tiga tersangka dalam perkara perusakan barang bukti di kantor Komdis PSSI. Musmuliadi, Dani dan Abdul Gofur ditahan karena memasuki kantor Komdis PSSI dan mengambil sejumlah dokumen meski kantor tersebut telah disegel polisi menggunakan garis polisi.

Satgas Antimafia Bola juga telah menetapkan Joko Driyono sebagai tersangka perusakan barang bukti dan memeriksa dirinya di Polda Metro Jaya, Senin (18/2) sampai Selasa (19/2) pagi. Jokdri akan kembali menjalani pemeriksaan Kamis (21/2) pagi di Polda Metro Jaya karena pemeriksaannya belum selesai. Pada pemeriksaan lalu Jokdri baru menjawab 17 dari 32 pertanyaan yang direncakan oleh penyidik. Polisi juga belum menahan Joko Driyono.

"Jadi yang bersangkutan menjawab ya (menyuruh tiga orang untuk merusak dokumen, red). Alasannya memang menyuruh orang tersebut untuk mengamankan barang itu," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, Selasa (19/2). 

Gelar Kongres Luar Biasa

PSSI akan menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) setelah menggelar rapat Komite Eksekutif (Exco) yang dipimpin oleh Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono di kantor PSSI, Gedung FX, Jakarta, Selasa (19/2) malam. Keputusan menggelar KLB berdasarkan pada dinamika yang berkembang dan mendengarkan aspirasi anggota agar visi dan program bisa berjalan.

Kongres Luar Biasa nanti memiliki dua agenda, yaitu membentuk perangkat Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan. Agenda kedua adalah menetapkan tanggal kongres pemilihan kepengurusan baru.

“Untuk menyiapkan KLB dengan dua agenda itu dan mempertimbangkan padatnya program PSSI, termasuk menjaga komitmen partner komersial kompetisi profesional, serta untuk menghormati agenda besar politik nasional,” ujar Joko seperti dikutip dari laman resmi PSSI.

Dalam rapat Exco pada Selasa lalu PSSI juga akan mengutus perwakilan ke kantor FIFA di Swiss. Utusan ini akan meminta saran yang tepat dari induk sepak bola dunia tersebut.

“PSSI akan mengutus perwakilan ke Zurich untuk berkoordinasi secara langsung dengan FIFA untuk mendapatkan arahan dan rekomendasi yang tepat,” kata Joko Driyono.

Editor: awang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved