Viral Video Adu Mulut TKN-BPN, Ini Kata Ferdinand Hutahaean Soal Cium Tangan Luhut Panjaitan

Dalam video berdurasi 45 detik itu, terlihat sejumlah anggota TKN dan BPN adu mulut.

Tribunnews.com
Kolase foto Ferdinand dan Luhut Binsar 

"Iya (terjadi keributan)," kata Wahyu saat dihubungi, Senin (18/2/2019).

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menuding Jokowi melakukan 'serangan pribadi' terhadap Prabowo karena mengungkap soal kepemilikan lahan.

Padahal, menurut aturan debat, peserta tidak diperbolehkan menyerang pribadi lawan.

Namun, untuk memastikan ada atau tidaknya serangan pribadi, BPN memutuskan untuk melaporkan dugaan pelanggaran itu ke Bawaslu.

Baca: Sebentar lagi Tanding Persidago Vs Persebaya Piala Indonesia, Pelatih Persebaya Dipastikan Absen

Baca: Jelang Konser Tunggal Siti Nurhaliza, Gandeng Penyanyi Tulus hingga Bawakan Lagu Selama 20 Lagu

Baca: VIDEO: Cerita Nagita Slavina SD Suka Nyatroni Anak SMP, Ibunda Bongkar Kenakalan Masa Kecil

"Begini, semalam itu waktu break, kan kita diskusi antara Bawaslu terus pihak KPU, TKN, BPN. Kita menyerahkan kepada Bawaslu, apakah yang disampaikan itu termasuk kategori menyerang pribadi atau tidak," ujar Wahyu.

Dituding Cium Tangan dan Menunduk Kepada Luhut

Ferdinand Hutahaean terlihat berbicara dengan nada tinggi di hadapan KPU.

Dalam video, Ferdinand Hutahaean meminta KPU untuk mengingatkan calon Presiden nomor urut 01 Jokowi untuk tidak menyerang pribadi calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

"KPU harus mengingatkan Jokowi bahwa yang bapak lakukan tadi salah," kata Ferdinand Hutahaean.

"Melanggar aturan," tambah Ferdinand Hutahaean.

Halaman
1234
Editor: nani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved