Siapkan Waktu Anda, Datang ke Festival Menyumbun untuk Cari Kerang Laut di Pesisir Tanjab Timur

Satu di antaranya Festival Nyubun (Menyubun) atau menangkap binatang jenis kerang laut yang bersembunyi di balik pasir lautan yang mengering.

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Duanto AS
Tribun Jambi/Abdullah Usman
Beberapa perempuan mencari kerang bambu di pesisir laut Tanjab Timur. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Pemerintah Tanjung Jabung Timur melalui Dinas Pariwisata dan Budaya mempersiapkan kegiatan Festival Budaya Menyumbun pada 2019. Dijadwalkan, festival itu digelar pada April-Juni.

Kabupaten Tanjung Jabung Timur memiliki beragam potensi wisata.

Beberapa di antaranya merupakan wisata budaya yang tidak dapat ditemukan kabupaten kota atau provinsi lain.

Satu di antaranya Festival Nyubun (Menyubun) atau menangkap binatang jenis kerang laut yang bersembunyi di balik pasir lautan yang mengering.

Kegiatan tersebut hanya dapat terjadi setahun sekali saat bulan tertentu, yaitu saat musim air surut laut.

Baca Juga:

 Skor Debat Capres 2019 Kedua Jokowi Vs Prabowo, Ini Faktor yang Disebut Bikin Unggul Telak

 Penelitian Membuktikan Sentuhan Tangan Pasangan Mampu redakan Rasa Sakit

 Ratusan Orang Warga Seleman Padati Pengadilan Negeri Sungai Penuh, Kasus Pembakaran Rumah

 Profil Profesor Intelijen Kopassus dan Profesor Siber Polri, Sama-sama Pangkat Jenderal Senior

Kasi Pengembangan Destinasi Wisata Disparbudpora Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Mahasin, mengatakan Festival Menyumbun sejatinya merupakan kegiatan tahunan.

Itu dijadwalkan antara April hingga Juni, melihat kondisi pasang surut air. Pasalnya kegiatan tersebut baru bisa dilaksanakan saat air surut saja.

"Jika air surut dan beting (pasir tengah laut) sudah terlihat, baru kegiatan nyimbun tadi bisa dilakukan," jelasnya, kepada tribunjambi.com, Senin (18/2).

Kegiatan ini sudah kali ketiga dilakukan, termasuk tahun ini.

Dimulai pada 2014 dan 2015, namun pada 2017-3018 sempat tidak diadakan karena keterbatasan anggaran.

"Tahun ini kembali diwacanakan untuk diselenggarakan lagi dan sudah dianggarkan. Tidak sisebutkan berapa yang jelas saat ini pihak pemda tengah mempersiapkan ajang tahunan ini bisa lebih meriah dan menarik masyarakat dengan harapan nanti dapat diselenggaran sendiri oleh masyarakat sekitar," jelasnya.

Tujuan kegiatan ini, selain memperkenalkan adat masyarakat menyumbun, juga dapat dijadikan sebagai alternatif destinasi wisata unik yang patut dikunjungi.

Nama "nyubun" diambil dari nama binatang laut jenis kerang atau yang dikenal masyarakat lokal dengan sebutan kerang bambu.

Tradisi itu sudah dilakukan oleh masyarakat lokal sejak dahulu dan dilestarikan untuk dapat terus bertahan.

Selain nyumbun, terdapat beberapa festival budaya yang berada di Tanjab Timur, di antaranya Ratib Saman di Kecamatan Nipah panjang pada bulan Maret, Sabak Karnaval pada bulan 10 merupakan ulang tahun kabupaten. Terakhir dan juga merupakan event terbesar yaitu Mandi Safar yang diselenggarakan sekitara bulan ke-10.

IKUTI IG YUK ...

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved