Mendapat Pujian Setinggi Langit, Kemenangan Israel atas Perang 6 Hari Sia-sia, Kok Bisa?

TRIBUNJAMBI.COM--Pertempuran antara Israel dan Arab (Perang Enam Hari/Six Day War) meletus pada 5 Juni 1967)

Mendapat Pujian Setinggi Langit, Kemenangan Israel atas Perang 6 Hari Sia-sia, Kok Bisa?
Intisari
Pesawat Tempur 

TRIBUNJAMBI.COM--Pertempuran antara Israel dan Arab (Perang Enam Hari/Six Day War) meletus pada 5 Juni 1967) setelah pesawat-pesawat tempur Angkatan Udara Israel berhasil menyerbu Mesir.

Kehadiran pesawat-pesawat Israel itu sebenarnya terdektesi oleh radar Yordania namun ketika Mesir diberi tahu, transmisi berita penting itu tak pernah sampai.

Tapi bagi Yordania serbuan pesawat tempur Israel menuju Mesir berarti tanda dimulainya peperangan.

Pecah di perbatasan Israel dengan Yordania dan Suriah, Perang Enam Hari terutama melibatkan pasukan darat.

Meski begitu dukungan udara juga digunakan.

Alih-alih menyerangpada waktu fajar, Chel Ha'Avir (Angkatan Udara Israel) memutuskan untuk menunggu selama beberapa jam hingga pukul 07.45.

Di pangkalan udara demi pangkalan udara, Operasi Moked dilaksanakan dengn ketepatan yang luar biasa.

Selama perang, pesawat-pesawat Chel Ha'Avir terlibat dalam lusinan pertempuran udara dengan sisa-sisa pesawat tempur Arab.

Banyak pertempuran dilakukan di atas lapangan-lapangan terbang selama serangan udara awal, dan dogfight berlangsung setiap hari selama perang.

Keberhasilan serangan pendahuluan Chel Ha'Avir yang sebabkan hancurnya kekuatan udara Mesir, Yordania, dan Suriah telah mengganggu rencana perang musuh.

Halaman
123
Editor: ridwan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved