Tak Temukan Pelanggaran, Bawaslu Serahkan Masalah Tabloid Indonesia Barokah ke Polisi

Bawaslu Provinsi Jambi menyerahkan polemik tabloid Barokah kepada pihak kepolisian.

Tak Temukan Pelanggaran, Bawaslu Serahkan Masalah Tabloid Indonesia Barokah ke Polisi
TribunKalteng.co/ Faturahman
Polisi sita 357 eksemplar tabloid Indonesia Barokah, yang masuk ke Palangkaraya, Kalteng , Selasa (29/1/2019).Tabloid ini gagal edar untuk disebarkan di Barut dan Kapuas. Tabloid ini menyudutkan paslon presiden tertentu (TribunKalteng.co/ Faturahman ) 

Laporan wartawan Tribun Jambi Hendri Dunan Naris

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Bawaslu Provinsi Jambi menyerahkan polemik tabloid Barokah kepada pihak kepolisian, karena Bawaslu tidak menemukan unsur pelanggaran pemilu.

Beberapa waktu lalu, sempat heboh masuknya pengiriman tabloid Indonesia Barokah ke Provinsi Jambi. Masuknya tabloid Barokah ini dikirim via Pos di tiga kabupaten / Kota.

Sebelumnya pihak Bawaslu dan kepolisian dan Pos Indonesia sama-sama berkoordinasi yang akhirnya memutuskan untuk mengamankan terlebih dahulu tabloid tersebut. Sebab, di pusat tabloid tersebut bikin heboh karena dianggap menyerang salah satu kandidat calon presiden.

Baca: Dinyatakan Melanggar Admnistrasi, KPU Merangin Bergegas Antar Berkas Tiga Caleg

Baca: Harga Tiket Garuda Indonesia Group Turun Mulai Hari Ini, Cek Rutenya

Baca: VIDEO: Jadwal Liga Inggris Pekan ke 27, Menanti Big Match MU vs Liverpool

Baca: Diguyur Hujan Petir, Tebing di Batang Asai Runtuh Nyaris Timbun Rumah Warga

Fahrul Rozi, komisioner Bawaslu Provinsi Jambi mengungkapkan bahwa hasil kajian Bawaslu Pusat tidak ditemukan pelanggaran pemilu di tabloid Barokah. Sehingga mereka saat ini menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

"Bawaslu menyerahkan persoalan tabloid Barokah ini ke pihak kepolisian. Karena Bawaslu tidak melihat ada pelanggaran di sana. Jadi saat ini keputusan dari pihak kepolisian saja," ungkap Fahrul Rozi, Rabu (13/2).

Fahrul Rozi mengatakan bahwa pihak dewan pres telah mengeluarkan pernyataan bahwa tabloid Barokah bukanlah produk pers.

Petugas PT Pos Indonesia Brangsong Kabupaten Kendal memperlihatkan isi amplop berisi tabloid Indonesia Barokah, Kamis (24/1/2019). Pengiriman tabloid itu ditunda sementara waktu menunggu hasil kajian lanjut oleh Bawaslu.
Petugas PT Pos Indonesia Brangsong Kabupaten Kendal memperlihatkan isi amplop berisi tabloid Indonesia Barokah, Kamis (24/1/2019). Pengiriman tabloid itu ditunda sementara waktu menunggu hasil kajian lanjut oleh Bawaslu. (TRIBUN JATENG/DHIAN ADI PUTRANTO Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Tabloid Indonesia Barokah Tertahan di Kantor Pos Kudus, http://jateng.tribunnews.com/2019/01/28/tabloid-indonesia-barokah-tertahan-di-kantor-pos-kudus. Edit)

Sebelumnya pihak Bawaslu bersama Kepolisian dan PT Pos Indonesia telah mengamankan pengiriman tabloid Barokah yang dikirim dalam karung dan dibedakan dalam banyak amplop.

Dalam satu amplop itu berisi dua eksemplar. Tujuan pengiriman tabloid Indonesia Barokah itu adalah masjid dan pesantren di Jambi.

Baca: Tabloid Barokah Nyaris Beredar di Jambi, Dikemas Dalam 311 Amplop, Ditujukan ke Pesantren-pesantren

Baca: Gubernur Baru Dilantik, Mahasiswa Unjuk Rasa, Tuntut Fachrori Ciptakan Pemerintahan Bebas Korupsi

 

Baca: Relawan Demokrasi Sosialisasi di Lapas Klas IIA Jambi, Saifuddin & Supriono Tanyakan Hak Pilihnya

Baca: Misteri Temuan Logam Emas Bergambar Soekarno hingga Tongkat yang Kerap Dibawa Bung Karno

Penulis: dunan
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved