Bawaslu Sebut Money Politic Masih Akan Terjadi di Pemilu 2019

Politik uang atau money politic digambarkan oleh Bawaslu Kota Jambi masih akan banyak terjadi. Hal itu ternyata ada penyebabnya.

Bawaslu Sebut Money Politic Masih Akan Terjadi di Pemilu 2019
Ilustrasi politik uang 

Laporan wartawan Tribun Jambi Hendri Dunan Naris

TRIBUNJAMBI. COM, JAMBI - Politik uang atau money politic digambarkan oleh Bawaslu Kota Jambi masih akan banyak terjadi. Hal itu ternyata ada penyebabnya.

Dalam materi sosialisasi pemilih di Lapas Klas II A Jambi yang diselenggarakan oleh Relawan Demokrasi KPU Kota Jambi, hal terkait money politik itu disampaikan Ari Juniarman,  Ketua Bawaslu Kota Jambi. Ia  mengungkapkan.

"Money Politik masih akan banyak terjadi. Ini yang kita khawatirkan, bahwa Pemilu ini outputnya nanti tidak sesuai dengan yang diharapkan," terang Ari Juniarman, Jumat (15/2).

Baca: Tak Temukan Pelanggaran, Bawaslu Serahkan Masalah Tabloid Indonesia Barokah ke Polisi

Baca: Dinyatakan Melanggar Admnistrasi, KPU Merangin Bergegas Antar Berkas Tiga Caleg

Baca: Harga Tiket Garuda Indonesia Group Turun Mulai Hari Ini, Cek Rutenya

Baca: Diguyur Hujan Petir, Tebing di Batang Asai Runtuh Nyaris Timbun Rumah Warga

Masih akan banyaknya politik uang itu dalam penilaian pihak Bawaslu karena pola pikir pemilih itu sendiri.

"Pemilih kita saat ini masih terbagi tiga. Pemilih rasional, pemilih tradisional dan pemilih pragmatis," ungkap Ari.

Diakui Ari, pemilih pragmatis inilah yang memicu para peserta pemilu atau caleg melakukan politik uang. Sebab, pemilih pragmatis inilah yang selalu mengharapkan uang baru akan memberikan pilihannya.

Sedangkan pemilih tradisional adalah pemilih yang lebih memandang aspek kedaerahan, kesukuan atau faktor keluarga.

Lalu, pemilih rasional adalah pemilih yang sudah cerdas. Mereka akan melihat dan mencari tau latarbelakang caleg yang akan dipilih. Pengalaman dan apa saja yang telah diperbuat.

Pemilih rasional ini mengharapkan caleg yang dipilihnya ini bisa memberikan perubahan lebih baik di kemudian hari.

Maka dari itu, Ari Juniarman mengingatkan kembali bahwa politik uang yang terjadi akan diancam pidana Pemilu. Dan bagi pelaku yang tertangkap akan dihukum pidana minimal 3 tahun.

"Kami ingatkan agar kita sama-sama mencegah politik uang. Sebab, perbuatan itu dipidana minimal 3 tahun kurungan," tegas Ari.

Ari juga mencontohkan pada Pilwako Jambi telah terjadi politik uang. Kini, pelaku dan penerima sudah divonis oleh pengadilan. 

Baca: Relawan Demokrasi Sosialisasi di Lapas Klas IIA Jambi, Saifuddin & Supriono Tanyakan Hak Pilihnya

Baca: Panti Ini Over Kapasitas, Dinsos Tetap Tingkat Pelayanan Terhadap Lansia, Turunkan 14 Petugas

Baca: Jalan Poros Kecamatan Air Hitam Rusak Parah, Puluhan Truk Terjebak Lumpur

Baca: 2 Pejabat Pemprov Ini Memilih Tutup Mulut Usai Diperiksa KPK, Wahyudi Pilih Salami Wartawan

Baca: SNMPTN 2019 - Pahami Pola Ganjil-Genap Saat Login di snmptn.ac.id Perhatikan NISN & Jam Ketika Login

Penulis: dunan
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved