Nyawa dan Harta Jadi Taruhan Saat Kecelakaan, Pengendara Mesti Waspada Saat Berkendara

Aktifitas berkendara harus dibarengi dengan kewaspadaan, sebab kecelakaan dapat menghilangkan segalanya termasuk harta dan nyawa pengendara

Nyawa dan Harta Jadi Taruhan Saat Kecelakaan, Pengendara Mesti Waspada Saat Berkendara
Net
gas2.org gas2.org Ilustrasi kecelakaan motor

TRIBUNJAMBI.COM - Dalam kehidupan modern yang kita jalani saat ini, berkendara sudah menjadi aktifitas wajib. Bahkan jalanan sudah dipenuhi kendaraan pribadi, dibandingkan kendaraan umum.

Aktifitas berkendara di tengah lalu lintas yang sudah semakin padat, menuntut pengendara untuk selalu berhati-hati, dan terhindar dari adanya kecelakaan.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Refdi Andri, mengingatkan kembali bahwa kecelakaan lalu lintas bisa menyebabkan seseorang menjadi jatuh miskin.

Baca: Ini 8 Profil Panelis Debat Capres Kedua, Dari Rektor Sampai Direktur NGO

Baca: Ketika Pasukan Elit Bersatu Tanpa Kompromi 20 Menit Hancurkan Teroris, Begini Aksinya

Baca: Petani Bawang yang Curhat Dengan Sandiaga Ternyata Mantan Anggota KPU, Begini Ceritanya

Kondisi itu sudah banyak terjadi di Indonesia, karena korban tidak lagi bekerja sehingga kehilangan mata pencaharian.

Refdi mencontohkan, tak sedikit korban kecelakaan yang mengalami luka parah seperti tidak bisa berjalan karena patah tulang, dan lain sebagainya.

Apabila sudah seperti itu, tentu pengeluaran menjadi banyak, dan juga penghasilan untuk menghidupi keluarga menjadi hilang.

"Sudah banyak terjadi yang seperti itu, oleh sebab itu kami ingatkan lagi kepada pengguna kendaraan agar berhati-hati ketika berkendara di jalan. Utamakan keamanan dan keselamatan demi kepentingan bersama," kata Refdi saat berbincang dengan Kompas.com belum lama ini di kantor Korlantas, Jakarta Selatan.

Jenderal bintang dua itu melanjutkan, setiap tahun sedikitnya korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas mencapai 30.000 orang, atau setiap hari ada 80 orang.

Baca: Ani Yudhoyono Sakit Kanker, Ini 5 Fakta Kompaknya Keluarga Besar SBY Dampingi Ani Yudhoyono

Baca: Bioskop Trans TV - Sinopsis Film John Wick, Saat Keanu Reeves Balas Dendam Pembunuh Anjingnya

Baca: Nama Anak Raisa Dan Hamish Daud Unik Terdiri Dari 17 Huruf, Netizen : Keponakan Online Ku

Berdasarkan data yang dirilis Korlantas Polri sepanjang 2014-2018, 57 persen didomonasi oleh umur 15 tahun hingga 38 tahun, dan 25 persen berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa.

"Oleh karena itu kami juga sekarang ini sedang fokus untuk menurunkan jumlah kecelakaan lalu lintas, minimal tahun depan bisa turun 50 persen dari 2018 yang mencapai 107.968 kejadian," kata Refdi. Mengacu pada data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik pada 2016, kerugian negara karena kecelakaan di jalan raya hampir mendekati Rp 227 miliar.

Baca: Ani Yudhoyono Sakit, Annisa Pohan Pernah Beberkan Gimana 13 Tahun Ia Diperlakukan oleh Ibu Mertua

Baca: Hobi Bikin Puisi, Ini 4 Puisi Fadli Zon yang Tuai Kontroversi, Doa yang Tertukar hingga Sontoloyo

Baca: JK Sarankan Ahok tak Masuk Timses Jokowi, Begini Pengaruh Ahok Pada Elektabilitas Jokowi-Maruf Amia

"Jadi mulai sekarang harus lebih hati-hati lagi dalam berlalu lintas, jangan sampai menjadi korban selanjutnya, sudah banyak yang mengalami hal seperti itu," ucap Refdi.

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved