Menteri Susi Minta Kerambah Apung di Danau Kerinci Ditertibkan

Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Susi Pudjiastuti, meminta Pemerintah Kerinci untuk segera menertibkan kerambah apung.

Menteri Susi Minta Kerambah Apung di Danau Kerinci Ditertibkan
tribunjambi/heru
Menteri Susi saat mengangkat jala di Danau Kerinci 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Di Danau Kerinci saat ini marak kerambah Apung. Melihat hal itu membuat Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Susi Pudjiastuti, meminta Pemerintah Kabupaten Kerinci untuk segera menertibkannya.

Hal itu disampaikan Susi Pudjiastuti, pada acara restoking atau penyebaran benih ikan di Danau Kerinci pada, Senin (11/2) kemarin.

Dikatakannya, Kerinci dengan luas danau 4.200 meter, potensi sumber daya perikanan yang sangat luar biasa. Tentunya, semua akan bisa mengandalkan kehidupan pada sumber daya alam yang ada disekitar.

Untuk itu, ia meminta kepada masyarakat Kerinci untuk memanfaatkan Danau Kerinci dengan baik, agar tidak menjadi malapetaka.

Baca: VIDEO: Ini Sosok Offie Dwi Natalia, Wakil Jambi di Ajang Puteri Indonesia 2019

Baca: Usai Dilantik Jadi Gubernur Besok, Fachrori Akan Gelar Syukuran

Baca: Gara-gara 8 Hal Ini, KPU Perbolehkan Warga Pindah Lokasi Nyoblos

Baca: Krismanto Pucat Dengar Dituntut 12 Tahun Penjara

Baca: Bupati Masnah Akan Tindak Illegal Drilling di Sungai Bahari

Sebab dibeberapa daerah di Indonesia pernah terjadi malapetaka yakni, terjadi kematian massal karena tidak terkontrolnya jumlah populasi kerambah apung.

"Bencana ini terjadi di beberapa danau di Indonesia disebabkan tidak terkontrol populasi kerambah. Silakan ditertibkan, kita takut nanti jadi malapetaka. Masyarakat harus menerima, jangan sampai kita mendapatkan penghasilan ikannya pada mati semua, bukan untung yang didapatkan malah rugi yang didapat," jelasnya.

Ditegaskannya bahwa, Bupati harus memerintahkan Dispenda dan Bappeda untuk segera mengatur, berapa kuat daya dukung danau ini untuk diisi kerambah apung. Jika sudah limit maka sudah, masyarakat harus menerima.

"Jaga dan rawat danau yang besar ini, agar itu bisa untuk wisata, tapi dikurangi kerambahnya. Kalau semua ke Danau, sementara danau daya dukung tidak kuat, sehingga Hitrogen naik, akhirnya ribuan ton ikan mati. Tolong dengan segala kesadarannya, mau diatur, harus diatur," tegasnya.

Ia juga menyampaikan, sepanjang jalan dirinya melihat di Kerinci banyak kubangan air, lubuk besar embung-embung, dan rawa yang bisa dimanfaatkan untuk pemeliharaan ikan.

"Saya siap membantu alat berat untuk mengembangkan itu, sehingga Danau menjadi indah. Pariwisata adalah salah stau cara untuk mendatangkan uang ke daerah, tapi jika wisata kita sudah rusak, maka turis akan pergi," ungkapnya.

Baca: Kabar Gembira, Pemkab Tanjab Barat Buka Rekrutmen PPPK, Simak Syarat dan Ketentuannya

Baca: Warga Puri Mayang Digerebek Gara-gara Jualan Gas Melon, Purwanto: Saya Tidak Cari Kaya

Baca: Dipanggil KPK, Cornelis Buston Dicecar 30 Pertanyaan

Baca: VIDEO: Menolak Berhubungan Intim, PSK di Merangin Tewas Ditusuk Pria Hidung Belang

Baca: Diduga Menyimpang, MUI Tanjab Timur Hentikan Aktivitas Perguruan Tapak Wali

Menanggapi hal tersebut Bupati Kerinci, Adirozal mengatakan, bahwa dirinya akan memerintahkan Bappeda dan Perikanan untuk menghitung seberapa mampu Danau Kerinci untuk menampung kerambah apung.

"Saat ini kerambah apung harus segera diatur. Nanti kita buat space, bahwa boleh buat jaring, namun akan ada batasan. Sehingga, nelayan kita tetap berkembang, pariwisata juga berkembang," ungkapnya.

Nanti sambung Bupati, akan dibahas untuk pembuatan Perda, sehingga pada saat penertiban masyarakat sudah bisa mengerti, dikarenakan telah dilakukan sosilaisasi secara persuasif.

"Akan kita bahas Perda dulu, dan juga secara persuasif terlebih dahulu. Sehingga nelayan bisa memahami dan mengerti," singkatnya.

Penulis: heru
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved