Kendaraan Tonase Besar yang Melintas di Jalan Ness akan Ditindak, Dishub Pasang Rambu Lalu Lintas

"Kita akan pasang rambu-rambu di pintu Simpang Sungai Duren dan Simpang Buluh paling lambat tanggal 17 besok," sebutnya.

Kendaraan Tonase Besar yang Melintas di Jalan Ness akan Ditindak, Dishub Pasang Rambu Lalu Lintas
Tribun Jambi
Ilustrasi. Laka lantas d jalan Ness beberapa waktu lalu, antara minibus dan sepeda motor. Diduga, sopir minibus kehilangan kendali saat melewati tikungan ruas jalan tersebut. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Mulai bulan depan, kendaraan berukuran besar yang melintas di Jalan Nes dari arah Simpang Sungai Duren Kabupaten Muarojambi ke Simpang Sungai Buluh Kabupaten Batanghari, maupun sebaliknya, akan ditindak tegas.

Hal itu diketahui dari hasil rapat koordinasi Dinas Perhubungan Provinsi Jambi bersama sejumlah instansi terkait, Selasa (12/2/2019).

Rapat koordinasi yang dipimpin Asisten I Setda Provinsi Jambi ini, dihadiri Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres Kabupaten Batanghari dan Muarojambi, Dinas Perhubungan Kota Jambi, serta Ditlantas Polda Jambi.

Baca: Heboh, Reaksi Warga Lihat Tukang Parkir Tomboy Melahirkan Sambil Berdiri, Ini Fakta-faktanya

Baca: Zumi Zola Hampir Dua Bulan di Lapas Sukamiskin, Sherrin Tharia: Semua Baik-baik Saja

Baca: Gubernur Jambi yang Baru Besok Dilantik, Ini Foto-foto Kenangan Indah Zumi Zola dan Fachrori Umar

Asisten I Setda Provinsi Jambi, A Pani, saat diwawancarai Tribunjambi.com mengungkapkan, rapat yang digelar tersebut merupakan tindak lanjut dari surat Dinas Perhubungan Kabupaten Batanghari yang berkaitan dengan padatnya ruas jalan provinsi mulai dari Simpang Sungai Buluh sampai ke Simpang Sungai Duren yang saat ini terutama pada malam hari, sering dilewati oleh bus dan truk berukuran besar.

"Kondisi ini membuat keresahan masyarakat yang ada di sepanjang jalur jalan tersebut. Karena memang kondisi jalan itu tidak layak dan tidak pantas untuk dilewati kendaraan besar. Karena sangat membahayakan pengguna jalan lainnya," sebut A Pani, Selasa (12/2/2019).

Dari hasil rapat bersama tersebut, dengan berbagai kejian disepakati beberapa langkah untuk mengatasi masalah itu. Langkah pertama yang diambil Dinas Perhubungan akan memasang rambu-rambu larangan melintas untuk kendaraan besar di jalan itu.

Baca: 50 Relawan Kelas Inspirasi Kerinci, Berbagi Cerita Profesi ke Siswa SD

Baca: Sedang Asyik Ngopi, Kurniawan Tewas Dihajar Truk, Begini Pengakuan Sopir Truk

Baca: Viral - Begini Hasil Uji Coba Pada Kendaraan Saat Oli Dicampur Minyak Goreng

"Pemasangan rambu ini dilakukan, kita kasi tempo kepada Dinas Perhubungan paling lambat tanggal 17 Februari besok," jelas A Pani.

Setelah dilakukan pemasangan rambu-rambu larangan, disepakati, mulai Senin yang akan datang, akan dilakukan sosialisasi dan pengawasan terhadap jalur itu, selama satu bulan.

"Setelah waktu sebulan, sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku, pihak penegak hukum, aparat Ditlantas Polda Jambi dapat melakukan penindakan penagakan hukum terhadap kendaraan yang melanggar," sebutnya.

Baca: Kepergok Mau Mencuri Motor di Perkantoran Bupati Muarojambi, Begini Pengakuan Remaja Asal Sarolangun

Baca: Tragedi di Cafe Jenggot, Nasib PSK Malang Berakhir di Tangan Pemuda Hidung Belang, Tragis

Selain itu, dijelaskan A Pani, jalur pintasan dari Kota Jambi menuju Kabupaten Batanghari tersebut hanya boleh dilalui kendaraan yang bertonase 8 ton ke bawah.

Sementara itu, Dinas Perhubungan Provinsi Jambi yang diwakili Kabid Lalulintas Darat, Wing Gunariadi menyampaikan, pihaknya siap untuk melaksanakan apa yang telah disepakati didalam rapat koordinasi tersebut.

"Kita akan pasang rambu-rambu di pintu Simpang Sungai Duren dan Simpang Buluh paling lambat tanggal 17 besok," sebutnya.

Baca: Ahok Akan Menikah Dengan Puput Nastiti Devi, Foto Veronica Tan Dan Andi F Noya Jadi Perhatian

Baca: Dalam Hitungan Jam, Pembunuh PSK di Merangin Ditangkap, Ternyata Di Sini Pelaku Sembunyi

Baca: 5 Poin Keberatan Ahmad Dhani pada Kasus Vlog Idiot, Tolak Ditahan hingga Akan Ricuh

Sementara itu, untuk kegiatan sosialisasi dan pengawasan akan diserahkan kepada Dinas Perhubungan dan polres terkait yakni Polres Muarojambi dan Polres Batanghari.

"Sosialisasi ini akan dilakukan selama 30 hari, setelah 30 hari baru dilakukan penindakan atau tilang," pungkas Wing. (*)

Penulis: Zulkifli
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved