Polda Jatim Bantah Mucikari Pernah Pakai Jasa 5eks dari Vanessa Angel

Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan meluruskan dua DPO mucikari itu terbukti

Polda Jatim Bantah Mucikari Pernah Pakai Jasa 5eks dari Vanessa Angel
SURYA/MOHAMMAD ROMADONI
Vanessa Angel dibawa dari tahanan Dittahti menuju ke ruangan penyidik Sudit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim. 

Polda Jatim Bantah Mucikari Pernah Pakai Jasa 5eks dari Vanessa Angel

Laporan Reporter Surya, Mohammad Romadoni

TRIBUNJAMBI.COM, SURABAYA - Polda Jatim mengklarifikasi terkait pemberitaan dua DPO mucikari laki-laki yang diduga kuat pernah memakai jasa (memfasilitasi) Vanessa Angel dalam jaringan prostitusi online di Jakarta.

Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan meluruskan dua DPO mucikari itu terbukti pernah memfasilitasi Vanessa Angel dalam bisnis layanan prostitusi online.

Perlu digarisbawahi itu artinya sang mucikari yang memakai jasa Vanessa Angel bukan dalam konotasi 5eks melainkan perannya sebagai penghubung atau perantara yang bersangkutan ke user atau pengguna prostitusi.

Baca: Benci Keramas, Perempuan Ini Berhenti Keramas 20 Tahun, Rambutnya Tetap Indah, Ini Rahasianya

Baca: Jarang Diketahui Labu Siam Bisa Cegah Penyakit Mematikan Ini: Simak 10 Manfaatnya

Baca: Wisudawan Terbaik Unpad, IPK 4, Skripsinya Tentang #2019GantiPresiden, Ini Motivasinya

"Artinya (DPO Mucikari) pernah melibatkan dan terlibat proses mempermudah dan menyediakan orang lain dengan orang lain untuk melakukan pelanggaran asusila dalam hal ini prostitusi," ungkapnya di Gedung Ditreskrimsus, Minggu (10/2/2019).

Yusep menjelaskan praktik bisnis layanan esek-esek yang dilakukan mucikari itu khususnya melibatkan artis VA (Vanessa Angel).

Dua DPO mucikari itu beberapa terlibat bersama Vanessa Angel dalam transaksi prostitusi online di Jakarta.

"Dua DPO mucikari prostitusi ini pernah transaksi prostitusi dengan artis VA lebih dari satu kali di Jakarta," jelasnya.

Yusep kembali menegaskan, maksud dua DPO mucikari di sini merupakan orang yang mempermudah dan menyediakan orang bersama orang lain, sehingga melakukan perbuatan prostusi sesuai Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 296 Jo Pasal 506 tentang mucikari dan prostitusi bahwa yang bersangkutan atau mengambil keuntungan maka itulah yang disebut mucikari.

Halaman
12
Editor: nani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved