Dituntut 3,5 Tahun, Heriyah Akan Sampaikan Pledoi Senin Besok

Heriyah, terdakwa dugaan korupsi PAUD akan menyampaikan nota pembelaan, Senin (11/2) ini.

tribunjambi/mareza sutan aj
Mantan Ketua Lembaga PAUD percontohan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Capacity Building Center (CBC) berinisial H, langsung dijebloskan ke Lapas kelas II A, Jambi, Senin (13/8/18). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Jaka HB

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Heriyah, terdakwa dugaan korupsi PAUD akan menyampaikan nota pembelaan, Senin (11/2) ini.

Hal ini dibenarkan Khairul Naim selaku kuasa hukum Heriyah. Dia menyatakan akan menyampaikan nota pembelaan (pledoi) pada Senin (11/2) mendatang.

Sebelumnya jaksa menyampaikan tuntutan pidana 3,5 tahun atau 3 tahun 6 bulan pada terdakwa dugaan penyalahgunaan dana insentif guru PAUD, pada Senin (4/2).

Selain kurungan 3 tahun 6 bulan terdakwa bernama Heriyah juga dikenai denda 200 juta subsidair 4 bulan.

Sebelumnya diketahui Heriyah sempat menjadi ketua lembaga PAUD percontohan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Murni dan Capacity Building Center (CBC).

Baca: Lulus Tes CPNS, Dokter Ahli di Kota Jambi Ini Justru Pilih Mundur, Ternyata Ini Alasannya

Baca: Hadiri Peringatan HPN, Fachrori Ajak Insan Pers Perangi Hoax

Baca: Sering Dibuli Waktu SD, Tifa Jadi Sering Menangis Sendiri

Baca: Jepang Bantu Rp 170 Miliar untuk Atasi Banjir Kota Jambi, 8 Sungai Akan Direvitalisasi

Baca: Dinkes Temukan 82 Orang di Jambi Kena Kusta, Warga Tanjab Timur Tercatat Paling Banyak

Karena diduga melakukan korupsi dana insentif, Heriyah menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 1,068 miliar.

Sidang diketuai oleh Dedy Mucthi Nugroho dan Handoko selaku Jaksa Penuntut Umum, menuntut Heriyah dengan pasal 8 Undang-Undang nomor 31 tahun 2009.

Seperti diketahui, dalam kasus ini, terdakwa Heriyah menjabat sebagai Ketua Lembaga PAUD percontohan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Murni dan Capacity Building Center (CBC) Mawaddah Warahmah.

Pada tahun 2013 hingga 1 Juli 2016 diduga terlibat dalam dugaan korupsi dana insentif, sehingga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 1,068 miliar.

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved