Menyerahkan Diri ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Ini Kasus yang Menjerat Mandala Shoji

Dikabarkan sempat jadi buronan, calon legislatif (caleg) dari Partai Amanat Nasional (PAN) Mandala Abadi Shoji menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri

Menyerahkan Diri ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Ini Kasus yang Menjerat Mandala Shoji
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Caleg PAN Mandala Shoji menjalani sidang dengan ageda putusan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa (18/12/2018). Mandala Shoji bersama Lucky divonis pidana penjara selama 3 bulan denda Rp 5 juta subsider 1 bulan kurungan, karena terbukti melakukan pidana pelanggaran pemilu dengan membagikan kupon undian umrah kepada warga. 

Menyerahkan Diri ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Ini Kasus yang Menjerat Mandala Shoji

TRIBUNJAMBI.COM - Dikabarkan sempat jadi buronan, calon legislatif (caleg) dari Partai Amanat Nasional (PAN) Mandala Abadi Shoji menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Jumat (8/2/2019) sore.

"Iya, benar bahwa yang bersangkutan telah menyerahkan diri. Saat ini, sudah berada di kantor. Beliau datang bersama keluarganya dan pengacara Elza Syarief," kata Jaksa Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat Andri Saputra saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat.

Baca: Maulia Lestari Diperiksa Terkait Prostitusi Online, Ngaku Nama & Foto Dicatut Hingga Minta Maaf

Baca: Mencengangkan Legenda Sepakbola Pele Bermain untuk Tim Nazi: Tawanan Perang Ikut Dilatih

Baca: Anak Buahnya Tertangkap Ikut Selundupkan Sabu ke Lapas Klas II Jambi, Kalapas: Saya No Coment

Andri mengatakan, mantan presenter acara reality show termehek-mehek itu dinilai kooperatif sehingga ia bersedia menyerahkan diri setelah tidak diketahui keberadaannya sejak 31 Januari 2019.

"Cukup kooperatif ya, tanpa perlu dicari terus. Langkah selanjutnya kita tunggu dulu, ya, yang terpenting sudah menyerahkan diri," ujar Andri.

Mandala Shoji
Mandala Shoji (Tribunnews)

Adapun, Mandala Shoji dan caleg DPRD DKI Jakarta dari PAN yakni Lucky Andriani dinyatakan terbukti melakukan pelanggaran pemilu saat berkampanye di Pasar Gembrong Lama, Jakarta Pusat pada 19 Oktober. Keduanya menjanjikan umroh kepada warga jika nantinya terpilih menjadi anggota dewan.

Mereka divonis tiga bulan penjara dan denda Rp 5 juta oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 18 Desember 2018.

Mandala sempat mengajukan banding ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat atas vonis itu pada 20 Desember 2018. Namun, upaya bandingnya ditolak pada 31 Desember 2018.

Kemudian, Mandala dinyatakan tidak diketahui keberadaannya oleh Kejari Jakarta Pusat.

Sementara itu, Lucky telah menyerahkan diri ke pihak Kejari Jakarta Pusat. Saat ini, ia telah ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pondok Bambu Kelas IIA khusus perempuan sejak Selasa (29/1/2019).

Halaman
123
Editor: suci
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved