Sejahterakan Petani, Penyaluran Beras ASN di Tanjab Timur Mengikuti Harga Pasar

Idris menjelaskan, untuk tahun 2019 ini, dia belum bisa memastikan berapa ton beras yang akan disalurkan.

Sejahterakan Petani, Penyaluran Beras ASN di Tanjab Timur Mengikuti Harga Pasar
Tribun Jambi/Heru
Ilustrasi. Beras Tanah Kurnia produksi BUMDes Desa Kumun Hilir, kecamatan Kumun Debai, Kota Sungai Penuh. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Pendistribusian beras bagi Aparatur Negeri Sipil (ASN) lingkup Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), mengikuti harga pasar, sehingga dengan cara tersebut dinilai dapat mensejahterakan petani.

Berdasarkan data di Dinas Ketahanan Pangan Tanjabtim, Pendistribusian beras untuk ASN pada tahun 2018 lalu mencapai 358,300 ton beras. Angka tersebut terbilang meningkat jika dibandingkan pada tahun 2017 lalu yang hanya sebanyak 311,070 ton per tahun.

Baca: Inilah Beras Lokal Merek Dagang Tanjab Timur, Ada Cap Buah Nibung dan Cap Buah Nipah

Baca: Soal Kenaikan Gaji Perangkat Desa, Pemkab Tanjab Timur Belum Terima Petunjuk dari Pemerintah Pusat

Baca: Penerawangan Wanita Indigo Tentang Pernikahan Syahrini, Naomi Bilang Reino Barack Ragu

"Fluktuasinya, misalnya ada yang pensiun, pindah maupun ada yang masuk. Angkanya relatif sama, yakni dari 30-32 ton per bulan yang disalurkan," sebut Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanjabtim, Idris.

Idris menjelaskan, untuk tahun 2019 ini, dia belum bisa memastikan berapa ton beras yang akan disalurkan. Sebab, pihaknya menyalurkan beras berdasarkan orderan yang diberikan kantor OPD atau pun kecamatan.

"Beras yang kita salurkan berdasarkan permintaan dari dinas tersebut. Jadi, berapa permintaan, segitu lah yang disalurkan," jelasnya.

Baca: Jenazah Hj Hasanah Dimakamkan di Samping Makam Nurdin Hamzah, Nenek Zumi Zola Meninggal

Baca: Syarat dan Formasi P3K atau PPPK 2019, Simak Sscasn.bkn.go.id

Sementara untuk harga menurutnya, mengikuti harga pasar, tapi tetap dibatas berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri).

"Artinya, jika harga beras di petaninya mahal, tidak mungkin kita paksakan belinya murah. Namanya juga untuk mensejahterakan petani, masak harga mahal kita beli murah," sebutnya.

Dilanjutkannya, harga beras saat yang disalurkan ke ASN dari harga Rp 10.800 sampai Rp 11.000 per kilogramnya. Itu dikarenakan, wilayah kecamatan yang butuh biaya transportasi tambahan, seperti Mendahara dan Sadu.

Baca: UPDATE Fakta Pria Ngamuk Karena Ditilang Hingga Banting Motor, Sang Pacar Sebulan Gratis Naik Grab

Baca: Inilah Pejabat Merangin yang Bakal Naik Turun Eselon, Bupati Al Haris akan Lelang Jabatan

"Harga itu biasanya Rp 10.800 sampai Rp 11.000, karena ada juga wilayah kecamatan yang jauh," lanjutnya.

Untuk diketahui, saat ini Pemkab Tanjabtim memiliki merek dagang beras kemasan yang disalurkan ke ASN Cap Buah Nipah dan yang baru di launching beras Cap Buah Nibung pada bulan Desember 2018 lalu oleh Wakil Bupati Tanjabtim, H. Robby Nahliyansyah. (*)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved