Susy Susanti Minta Pebulu Tangkis Tingkatkan Prestasi, Jangan Lengah Dan Mudah Lelah

Pada awal 2019, Susy berharap para atlet dapat meningkatkan kualitas latihan mereka menjadi lebih baik lagi.

Susy Susanti Minta Pebulu Tangkis Tingkatkan Prestasi, Jangan Lengah Dan Mudah Lelah
bolasport.com/Delia
Mantan pebulu tangkis tunggal putri nasional, Susy Susanti, berbicara dalam konferensi pers Superli 

TRIBUNJAMBI.COM - Bulu Tangkis adalah salah satu cabang olah raga Indonesia andalan.

Cabang olah raga ini sering mengharumkan bangsa Indonesia di mata internasional.

Selain itu selalu tercipta generasi baru di cabang olah raga bulu tangkis ini.

Meski demikian, semangat itu harus terus dipupuk, tak boleh menyerah karena tantangan ke depan akan semakin ketat
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti minta agar kualitas latihan dalam upaya peningkatan prestasi pemain.

Latihan dan pertandingan sama-sama memegang peranan penting dalam capaian seorang atlet. Hasil yang diraih atlet tak lepas dari matangnya persiapan sebelum keberangkatan menuju turnamen.

Pada awal 2019, Susy berharap para atlet dapat meningkatkan kualitas latihan mereka menjadi lebih baik lagi.

Peraih medali emas tunggal putri pada Olimpiade Barcelona 1992 ini mengungkapkan bahwa kebiasaan di latihan akan terbawa ke pertandingan.

Pebulu tangkis tunggal putra, Jonatan Christie, merayakan keberhasilannya memenangi pertandingan 16 besar Asian Games 2018 atas Khosit Phetpradab (Thailand) di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (25/8/2018).
Pebulu tangkis tunggal putra, Jonatan Christie, merayakan keberhasilannya memenangi pertandingan 16 besar Asian Games 2018 atas Khosit Phetpradab (Thailand) di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (25/8/2018). (badmintonindonesia)

"Mengatasi tekanan di pertandingan harus dibiasakan dari latihan. Contoh, kalau sudah capek di latihan, kadang masih nawar, kalau ketat, ya sudahlah, pasrah," kata Susy seperti dilansir BolaSport.com dari Badminton Indonesia.

"Waktu latihan drilling 100 bola, kadang kalau sudah capek, dinyangkutin, kebiasaan di latihan itu akan kebawa, jadi cepat menyerah lah. Kalau bola susah nggak mau diambil lah. Lebih baik di latihan mikir yang terjelek dulu, kalau nanti nggak sejelek itu di pertandingan kan enak kitanya main," ujar Susy.

Baca: Profil Program Magister Sistem Informasi Stikom Dinamika Bangsa, Syarat Mendaftar dan Mata Kuliahnya

Baca: Adik Lucinta Luna Reva Alexa Ditangkap Polisi Saat Konsumsi Sabu dengan Pria Model Majalah Remaja

Baca: Joni Intip Istrinya dari Jendela, Ternyata Lagi Berduaan dengan Lelaki Lain, Kejar Lalu Bunuh

Susy juga menuturkan bahwa tenaga atlet di pertandingan sudah pasti akan lebih terkuras karena adanya rasa tegang di lapangan. Karena itu, saat latihan harus dilakukan minimal sebanyak tiga kali lipat.

"Kalau latihan 20 kali smash, paling di pertandingan cuma lima sampai enam kali smash untuk satu poin. Kalau di tunggal, bisa 56 kali sampai 80 kali, ya latihannya harus tiga kali lipatnya," ucap Susy.

Halaman
12
Editor: andika arnoldy
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved