Surat Habib Bahar bin Smith dari Balik Penjara Viral di Medsos, Penjara Seperti Surga dan Neraka

Beredar surat dengan tulisan tangan Habib Bahar bin Smith. Sudah dua bulan di dalam penjara.

Surat Habib Bahar bin Smith dari Balik Penjara Viral di Medsos, Penjara Seperti Surga dan Neraka
Kolase/Ist
Surat Habib Bahar 

Hasilnya, Aziz Yanuar membenarkan surat tersebut merupakan tulisan tangan Habib Bahar bin Smith.

Baca: Punya Keris Sakti Bernama Keluk Kemukus Konon Bisa Menghilang: Ini Kisah 6 Kesaktian Pak Harto

Baca: Punya Keris Sakti Bernama Keluk Kemukus Konon Bisa Menghilang: Ini Kisah 6 Kesaktian Pak Harto

Baca: VIDEO: Detik-detik Handphone Meledak Saat Dicas, Pemilik Alamai Luka Robek di Pipi Terkena Ledakan

"Siang, ya betul (surat tulisan Habib Bahar bin Smith)," kata Aziz Yanuar dalam pesan WhatsApp yang diterima tribunjabar.id, Rabu (6/2/2019).

Persidangan

Sementara itu, terkait persidangan Habib Bahar bin Smith nanti, sejumlah warga Kota Bandung berharap sidang kasus penganiayaan yang melibatkan Habib Bahar bin Smith yang kasusnya ditangani Polda Jabar tidak digelar di Kota Bandung.

Kekhawatiran ini berkaca pada kasus Buni Yani, meski tempat kejadian perkara di Kota Depok, sidang digelar di Kota Bandung.

"Berkaca dari kasus Buni Yani, lebih baik sidangnya jangan digelar di Kota Bandung."

"Kejadiannya juga kan di Kabupaten Bogor, jadi sidangnya di Bogor saja," ujar Dani Sulaeman (40) seorang warga saat ditemui di Kawasan CFD Dago, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Minggu (3/2/2019).

Menurut literatur hukum, dikenal locus delicti dan tempus delicti yang merujuk pada lokasi dan waktu terjadinya tindak pidana.

Adapun kasus penganiayaan Habib Bahar bin Smith terjadi di Kabupaten Bogor.

Baca: Punya Keris Sakti Bernama Keluk Kemukus Konon Bisa Menghilang: Ini Kisah 6 Kesaktian Pak Harto

Baca: Jelang UNBK, SMAN 2 Kuala Tungkal Kekurangan Perangkat Komputer, Sekolah Minta Bantu Orangtua Siswa

Baca: Dilahirkan ke Dunia, Pria Ini Tuntut Kedua Orangtuanya ke Pengadilan, Alasannya Bikin Gregetan

"Seharusnya yang berwenang mengadili itu ya pengadilan di Kabupaten Bogor, jangan di Bandung. Sekalipun yang menanganinya Polda Jabar," ujar Viktor Pasaribu (22), mahasiswa fakultas hukum di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bandung, saat ditemui di Jalan Karapitan, Kota Bandung.

Halaman
1234
Editor: nani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved