Tips Kesehatan

Dampak Buruk Mandi Terlalu Sering, Peneliti Sarankan Mandi Cukup Sekali Sehari

Aktifitas Mandi menjadi rutinitas dua kali hingga tiga kali dalam seharinya, lalu bagaimana dengan mereka yang mandi hanya sekali dalam sehari?

Dampak Buruk Mandi Terlalu Sering, Peneliti Sarankan Mandi Cukup Sekali Sehari
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM - Bagi sebagian orang yang tinggal di Indonesia, mandi merupakan aktifitas wajib yang dilakukan dalam setiap harinya. Mulai dari rutinitas dua kali hingga tiga kali dalam seharinya, lalu bagaimana dengan mereka yang mandi hanya sekali dalam sehari?.

Karena faktanya, orang-orang dengan kebiasan mandi sehari sekali itu ternyata punya ketahanan tubuh yang lebih baik, dibandingkan dengan mereka yang mandi dua atau tiga kali dalam sehari.

Sebuah studi yang dikutip dari ilfscience.com mengungkap fakta tentang mandi. Studi ini meneliti sebuah suku primitif Yanomami di pedalaman hutan Amazon. Masyarakat sana jarang banget kena air, tuh. Tapi bukan karena males, melainkan biar menghindari diri mereka dari ‘serangan’.

Jadi, dengan jarang mandi, kompleksitas bakteri dalam tubuh mereka jadi tinggi dan balik menjadi antibiotik alami bagi tubuh. Hasilnya, tubuh mereka lebih kebal terhadap serangan virus penyakit.

Baca: Penampakan Jembatan Gantung Desa Lantak Seribu, Kerap Bikin Warga Terguling-guling

Baca: Pegawai Bangunan Ini Menangkan Lotre Rp 5 Miliar: Ini Nomor 3 Angka Bawa Hoki dalam Mimpinya

Baca: Istri Lagi Merantau, Seorang Ayah Tega Rudapaksa Anak Kandungnya yang Masih SMP dalam Keadaan Mabuk

Kompleksitas bakteri itu merupakan sekumpulan mikro bioma yang penting untuk kesehatan tubuh. Jika kompleksitat berkurang, tubuh jadi gampang kena virus deh.

Jadi, kalau cuma mandi sehari sekali, bakteri di tubuh menurut penelitian tersebut akan bikin tubuh lebih kuat.

Baca: Putri Tanjung Dididik Keras oleh Chairul Tanjung, Usia 17 Tahun Sudah Pimpin Usaha Sendiri

Baca: Penasaran Ingin Baca Pesan Whatsapp Yang Dihapus, Ini Caranya

Baca: Warga Kerap Terguling di Jembatan Gantung Desa Lantak Seribu, Terpaksa Menenteng Sawit

Ilustrasi. Mandi di bath up
Ilustrasi. Mandi di bath up (pixabay.com)

 

Mandi Terlalu Sering tak Baik

Mandi bagi sebagian besar orang bermanfaat menyegarkan fisik dan mental. Tetapi menurut riset baru, tak baik mandi terlalu sering.

Menurut Genetic Science Centre di University of Utah dilansir dari Kompas.com, jika terlalu bersih dapat merusak mikrobiome manusia. Ini adalah sekumpulan bakteri, virus dan mikroba yang hidup di tubuh kita.

Kuman-kuman itu bermanfaat untuk kesehatan. Peneliti mengatakan mengganggu ekosistem mikroba itu dapat menyebabkan penyakit. Akibatnya, sistem kekebalan tubuh, pencernaan dan bahkan jantung juga terganggu.

Studi terhadap desa Yanomami di Amazon mengungkapkan orang yang hidup di sana memiliki kumpulan mikroba lebih kaya di kulit dan keragaman tertinggi bakteri dan fungsi genetik yang pernah dilaporkan dalam kelompok manusia. Mereka bahkan memiliki bakteri yang membawa resistensi antibiotika kendati belum pernah berkontak dengan antibiotik.

Baca: Putri Tanjung Dididik Keras oleh Chairul Tanjung, Usia 17 Tahun Sudah Pimpin Usaha Sendiri

Baca: Penasaran Ingin Baca Pesan Whatsapp Yang Dihapus, Ini Caranya

Baca: Shio Paling Apes di Tahun Babi Tanah, Shio Babi Harus Ekstra Waspada

Riset tersebut menyimpulkan gaya hidup barat yang memperkenalkan sabun dan sampo secara bermakna mempengaruhi keragaman mikrobiome manusia. Namun riset itu belum dapat memberi tahu kita seberapa sering kita seharusnya perlu mandi.

Kendati pemikiran berhenti mandi terdengar tak menarik, beberapa orang mencobanya. Contohnya James Hamblin, editor senior The Atlantic yang mencatat perjalannya berhenti mandi dalam artikel yang diterbitkan pada Juni 2016.

"Awalnya, saya adalah makhluk berminyak yang bau," kata Hamblin. Tetapi tak lama sebelum tubuhnya mulai menyesuaikan diri.

"Beberapa saat kemudian ekosistem mencapai keadaan tetap dan kita berhenti berbau. Artinya, kita tak bau seperti air mawar atau parfum tetapi kita berbau seperti manusia," ujarnya.

Editor: heri prihartono
Sumber: Hai
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved