Breaking News:

Elfian Menangis, Akui Sisa Dana Desa untuk Operasi Kanker Anaknya

Elfian menyeka matanya beberapa kali dan menutup wajahnya, dia sesengukan saat dihadapkan di meja persidangan.

Tribunjambi/Jaka HB
Alfian selaku mantan Kepala Desa (kades) Balai Semurup, Kecamatan Ari Hangat, Kabupaten Kerinci, saat menjalani sidang sebagai terdakwa dalam kasus dugaan korupsi dana desa. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Jaka HB

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Elfian menyeka matanya beberapa kali dan menutup wajahnya, dia sesengukan saat dihadapkan di meja persidangan.

"Saya tidak munafik. Memang ada sisa dari anggaran itu, saya akan katakan ada sisa," ungkap Alfian selaku mantan Kepala Desa Balai Semurup, Kecamatan Ari Hangat, Kabupaten Kerinci.

Diketahui Elfian terdakwa dalam kasus dugaan korupsi Dana Desa. Ia menjalani sidang dengan agenda keterangan terdakwa, Senin (4/2).

Setelah mengakui ada selisih Rp 31 juta, Elfian menjawab bahwa sebagian uang digunakan untuk mengobati anaknya operasi kanker. Sebagian digunakan untuk bangun gorong-goron dan pagar. Namun, pembangunan dari uang sisa itu tidak ada dalam RAB.

Baca: 38 SMP dan MTs di Muarojambi Tak Bisa Ujian Berbasis Komputer, Disdik Muarojambi Paparkan Alasannya

Baca: IRT di Kasang Pudak Ditangkap Karena Jadi Bandar Sabu, Ungkap Sabu dari Napi di Lapas Jambi

Baca: VIDEO: Lieus Sungkharisma Mengamuk Karena Tak Diizinkan Jenguk Ahmad Dhani

Baca: Terbaru Gunung Merapi, Hari Ini Enam Kali Muntahkan Lava Pijar

Baca: Jokowi Tuding Pihak Lawannya Gunakan Propaganda Rusia, Ini Jawaban Prabowo dan Protes Kedubes

Selain itu, terdakwa juga membenarkan adanya laporan dari Inspektorat yang menyatakan adanya kerugian negara mencapai Rp 169 juta. Namun tidak dikembalikan terdakwa.

"Waktu inspektorat menyatakan itu, tidak saya kembalikan. Karena saya merasa tidak menggunakan sebanyak itu," katanya.

Selain itu ketika Elfian ditanyakan pemotongan honor perangkat desa. Elfian mengatakan sebelum dana sampai ke desa juga sudah dipotong. Meski pun begitu Elfian mengaku itu sudah sepengetahuan masyarakat desa.

Sidang pun ditunda sampai tangga 11 mendatang untuk agenda pembacaan tuntutan .

Sebelumnya diketahui Elfian dikenai pasal 2 atat (1) juncto pasal 18 ayat (1)/(2) dan ayat (3)/ Undang-Undang RI Nomor 31/1999 sebagaimana telah diubah  UU RI Nomor 20/2001pasal 64 ayat (1) KUHP.

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved