Breaking News:

Ingat dengan Eks Lokalisasi Dolly di Surabaya? Begini Jadinya Mulai Tahun 2019 di Kawasan Ini

Pemerintah Surabaya akan menata secara massive Wilayah eks lokalisasi di Tahun 2019 ini dan akan menelan dana Rp 60 miliar.

KOMPAS.com/Achmad Faizal
Risma ikut melukis di dinding bekas wisma lokalisasi Dolly 

TRIBUNJAMBI.COM - Pemerintah Surabaya akan menata secara massive Wilayah eks lokalisasi di Tahun 2019 ini dan akan menelan dana Rp 60 miliar.

Penataan kawasan bekal prostitusi yang sudah ditutup oleh Pemkot Surabaya akan dilakukan dan diubah menjadi kampung tematik.

Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi mengatakan selama ini wilayah eks lokalisasi hanya diubah menjadi sentra-sentra yang kurang maksimal aktivitasnya dalam mengembalikan ekonomi rakyat terdampak.

Oleh sebab itu, ke depan wilayah eks lokalisasi bakal kembali ditata dengan melibatkan masyarakat bawah sebagai subjek penataan.

"Masyarakat kami tanya langsung. Maunya ingin menjadi seperti apa kampungnya. Agar tidak hanya sentra yanh ditentukan Pemkot, tapi lebih ke mereka potensinya apa, maunya apa, itu yang kita wadahi," kata Eri Cahyadi pada Surya, Sabtu (2/2/2019).

Eri mengatakan pihaknya turun langsung ke kampung dan menanyakan kemauan dan keinginan dari warga di esk lokalisasi.

Baca: 5 Jenis Makanan yang Bisa Bikin Bau Badan Makin Menyengat, Beberapa Sayuran Ini Juga Masuk

Baca: Kejutan di Coppa Italia, Juventus Dibantai Atlanta 0-2, Cristiano Ronaldo Berendam di Bathup

Baca: Artis Shapira Indah Meninggal Saat Hamil, Ini Jaminan Dalam Islam Jika Wanita Meninggal Saat Hamil

Misalnya dari masukan warga, untuk kampung Putat Jaya dan Sememi yang meminta dijadikan kampung anggresk, ada pula yang minta dijadikan ditata sebagai kampung laundry.

"Saya keliling ke Putat, ke Sememi, keliling. Banyak yang minta jangan hanya sentra-sentra lalu tidak hidup. Ada yang meminta dijadikan kampung anggrek, kampung laundry, usulan itu yang kami coba wadahi," kata Eri Cahyadi kepada Tribunjatim.com.

Serta ada juga warga yang meminta agar kawasan lokalisasi dijadikan sebagai kampung Inggris dan kampung tematik lainnya.

Menurut Eri, hal tersebut menjadi masukan yang akan diperhatikan dan diimplementasikan. Sebab dengan masyarakat meminta dan mengusulkan sendiri mereka akan merasa sebagai subjek dan mau untuk berpartisipasi aktif dalam penataan kampung.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved