Anak Gubernur Kena Pungli Rp 200 Ribu, Bapaknya Marah-marah di Depan Puluhan Kades dan Camat

Anak gubernur ini kena pungli Rp 200.000 oleh kepala desa dan camat, saat mengurus KTP. Akhirnya sang bapak marah-marah.

Anak Gubernur Kena Pungli Rp 200 Ribu, Bapaknya Marah-marah di Depan Puluhan Kades dan Camat
Dok: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provinsi Sumut
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi meminta kepala desa, lurah dan camat memiliki program konkret untuk mensejahterakan masyarakat, Selasa (20/11/2018)(Dok: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provinsi Sumut) 

Anak gubernur ini kena pungli Rp 200.000 oleh kepala desa dan camat, saat mengurus KTP. Akhirnya sang bapak marah-marah.

TRIBUNJAMBI.COM - Pungli atau pungutan liar bisa menyasar siapa saja, termasuk anak gubernur.

Ini merupakan pengalaman anak Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, yang kena pungli saat mengurus KTP.

Edy Rahmayadi mengungkapkan kekesalannya terhadap oknum kepala desa dan camat yang melakukan pungutan liar Rp 200.000 kepada anaknya saat mengurus KTP.

Kekesalannya itu terungkap saat Edy Rahmayadi melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Deliserdang, pada Selasa (29/1/2019).

"Anakku mau ngurus KTP nyogok. Kades paok (bodoh) itu memang. Enggak ditanyanya dulu anak siapa kau. Anakku nyogok Rp 50.000 untuk dapatkan pengantar. Terus baru Rp 150.000 untuk ke kecamatan. Camat goblok," katanya di depan puluhan kepala desa di wilayah Deliserdang.

Namun, saat itu Edy Rahmayadi tak menyebut secara detail siapa dan di mana kejadian itu terjadi.

Baca Juga:

 Yang Selingkuh Ahok atau Veronica Tan? Berangsur Terungkap Fakta Ini dari Singapura hingga Sepatu

 Banjir dan Longsor, Bandara Sam Ratulangi Manado Tutup, Penerbangan Dialihkan ke Gorontalo, Makassar

 Sempat Viral Lagi Sekarat, TKI di Malaysia Polin Tumanggor Meninggal Dunia, Dana Pemulangan Tak Ada

 Biker Lari Tunggang Langgang Panjat Pohon Lihat Macan Tutul Datang di Acara Kopi Darat,Awas Diterkam

Dilansir dari Tribunnews, Gubernur Edy Rahmayadi juga sempat menyinggung beberapa hal terkait kinerja aparat sipil negara (ASN) di Deliserdang.

"Sehebat apa pun gubernurnya, sehebat apa pun bupatinya kalau kadesnya haw-haw saya yakin enggak akan bisa benar tempat (Deliserdang) ini. Apalagi, kalau camatnya enggak mau tahu," kata Edy Rahmayadi.

Beberapa kali sindiran Gubernur Edy Rahmayadi yang terlontar justru disambut gelak tawa oleh para kepala desa.

Selain itu, Edy Rahmayadi juga meminta para kades dan camat di Deli Serdang untuk turun ke lapangan.

"Kalian datangi warga kalian itu. Enggak akan hilang kantor kalian itu. Selesai saya ngomong, tolonglah berubah kawan," kata Edy.

Acara pertemuan dengan para kades tersebut ditutup Edy Rahmayadi dengan bernyanyi dan menari bersama ASN.

Edy Rahmayadi menyanyikan lagu yang dipopulerkan Bimbo berjudul "Tuhan".

IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:

 GALERI FOTO Jembatan Lampion Muncul di Pesisir Pantai Jambi, Persiapan Imlek di Tungkal

 Yang Selingkuh Ahok atau Veronica Tan? Berangsur Terungkap Fakta Ini dari Singapura hingga Sepatu

 Bule Ngamuk di Konjen Swiss Denpasar, Minta Tiket Pulang, Disuntik Bius hingga KO Lalu Diikat

 Apakah Elektabilitas Prabowo-Sandi Terganggu Jika Ahmad Dhani Dipenjara? Ini Analisis Pengamat

Editor: duanto
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved