Siswa Gantung Diri di Sarolangun, Bupati Minta Orangtua Jangan Pamerkan Pertengkaran di Depan Anak

"Kemarin petang, Kadiknas SMS saya bahwa ada anak SMP gantung diri jam 10 pagi di Kecamatan Pauh," kata Bupati Cek Endra.

Siswa Gantung Diri di Sarolangun, Bupati Minta Orangtua Jangan Pamerkan Pertengkaran di Depan Anak
Tribunjambi/Wahyu
Bupati Sarolangun Cek Endra 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Wahyu Herliyanto

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Pasca terjadinya peristiwa bunuh diri dengan cara gantung diri yang dilakukan siswa di Sarolangun, ternyata membuat Bupati Sarolangun, H Cek Endra, angkat bicara. 

Kabar tersebut setelah adanya laporan Kepala Dinas Pendidikan Sarolangun Lukman, kepada Bupati Sarolangun atas kejadian bunuh diri dari kalangan pelajar tersebut.

Bupati Cek Endra mengaku, prihatin atas apa yang terjadi, karena seorang anak yang masih belajar, seharusnya tidak melakukan hal demikian.

"Kemarin petang, Kadiknas SMS saya bahwa ada anak SMP gantung diri jam 10 pagi di Kecamatan Pauh," kata Cek Endra.

Baca: Sebelum Mengakhiri Hidupnya, Siswi SMP di Pauh yang Gantung Diri, Tulis Pesan Buat Orangtuanya

Baca: Tolak Ilegal Drilling, Camat Sungai Bahar Surati Seluruh Kades dan Minta Lakukan Pengawasan

Baca: Warga Kampung Laut, Khawatirkan Kabel Listrik yang Menjuntai, Minta PLN Segera Perbaiki

Hanya saja Bupati tidak menyebutkan secara detail mengenai kronologis atas kejadian tersebut. Namun, ia menyebutkan bahwa anak SMP tersebut nekat melakukan hal yang dilarang agama tersebut karena beberapa hal, yang diketahui setelah meninggal dunia anak tersebut meninggalkan sepucuk surat.

"Dia (korban,red) meninggalkan surat. Dan, ternyata pesan anaknyo itu nekat melakukuan itu karena sedang sakit, kemudian pesan kedua, anak itu berharap agar mudah-mudahan kedua orangtuonya tidak bertengkar lagi," bilang Cek Endra.

Bupati Cek Endra meminta dengan kejadian tersebut agar diambil hikmahnya sebagai pembelajaran ke depan, agar tidak terulang lagi demikian. Kata Cek Endra, para orang tua harus memperhatikan anaknya dengan memahami psikologi serta berupaya memberikan solusi ketika anak sedang ada masalah.

Baca: Ilegal Driling di Tahura, Dishut Provinsi Jambi Bilang, Itu Wewenang Pemkab Batanghari

Baca: Vanessa Angel Dalam Bahaya Incaran Jaringan Besar? 3 Alasan Polisi Lakukan Penahanan

Baca: Kondisi Terbaru Ahmad Dhani di Sel Tahanan, Ruangan Sel 10x20 Meter Bersama dengan 300 Tahanan

Lalu, yang terpenting kata Cek Endra, para orang tua agar tidak bertengkar baik dengan suara keras apalagi beradu fisik dihadapan anak-anak, karena ketika melihat hal demikian psikologi anak akan terganggu, bahkan bisa berhalusinasi yang negatif.

"Ya, karena kurang perhatian orangtua, dan suka memamerkan pertengkaran di depan anak, sehingga anak jadi ada masalah. Ketahuilah masalah anak ini banyak, tanyolah jangan biarkan anak kito yang menyelesaikan masalah dio sendiri, yang akhirnya nekat. Apalagi imannya belum kuat," pesan Cek Endra.(*)

Baca: Jawab Pacaran Atau Tidak Dengan Naomi Zaskia, Sule Ungkap Pemilik Tangan yang Digenggamnya di Foto

Baca: Bripka Indra Gunawan Dari Polda Jambi Instruktur Pelatihan Divhumas Polri Dan Kedutaan Besar Amerika

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved