Breaking News:

Editorial

Tegas Melawan Illegal Drilling

Operator takut atas ancaman dari sekelompok orang yang mengadang penutupan dan juga penghancuran tempat penampungan minyak yang disedot secara ilegal

Tribunjambi/Abdul Usman
Penutupan sumur minyak ilegal di Desa Pompa Air Batanghari. 

Pemerintah Kabupaten Batanghari mulai turun menutup sumur minyak ilegal (illegal drilling) di Desa Pompa Air, Kecamatan Bajubang, Selasa (29/1).

Sayang, upaya tersebut mendapatkan perlawanan dari sejumlah warga. Mereka merasa dirugikan karena pundi-pundi uangnya bakal tertutup.

Alat berat yang dibawa ke lokasi tidak bisa bekerja maksimal.

Operator takut atas ancaman dari sekelompok orang yang mengadang penutupan dan juga penghancuran tempat penampungan minyak yang disedot secara ilegal itu. Operator memilih meninggalkan lokasi.

Apa yang sebenarnya terjadi sehingga penutupan ini harus tersendat? Di satu sisi memang ada upaya pemerintah untuk menghentikan aksi pengeboran minyak secara ilegal.

Namun di sisi lain terlihat upaya penutupan ini kurang serius. Terbukti dari sedikitnya jumlah personel aparat yang diturunkan ke sana.

Jumlah antara warga yang mengadang dan petugas yang melakukan upaya penutupan tidak sesuai. Jumlah warga lebih banyak. Maka wajar saja bila sang operator alat berat memilih untuk tidak mengoperasikan alat tersebut. Dia tidak mau bertaruh nyawa, apalagi bayaran atau upah yang ternyata tidak sesuai.

Baca: Video Vanessa Angel Satu Ini Ditonton Hingga 3 Juta Kali, Padahal Tidak Ada Suaranya

Baca: Kasus DBD di Kota Jambi Meningkat, 1 Orang Meninggal, Ini Penyebabnya

Baca: Penculikan Anak di Parit Culum, Jambi, Bayi Dibawa Lari Lalu Dibuang ke Semak-semak, Ini Ciri Pelaku

Pemerintah daerah merencanakan tiga hari melakukan aksi penutupan sumur minyak ilegal ini. Namun kegiatan ini bisa jadi tidak akan berhasil bila tidak ada perubahan strategi.

Hal utama yang perlu diperhatikan adalah personel yang diturunkan ke sana, berapa banyak?

Melakukan aksi penutupan sumur minyak ilegal ini semestinya melibatkan personel dalam jumlah besar.

Hal ini mengingat tingkat kerawanan di lokasi yang cukup tinggi. Banyak yang tentu tidak ingin sumber pundi-pundi uangnya disumbat.

Mereka akan berupaya dengan segala cara agar sumur tak disentuh.

Termasuk juga pengerahan massa. Maka tak heran karena jumlah personel pengamanan yang sedikit, mereka langsung berupaya mengadang. Hal ini akan terus dilakukan oleh pihak-pihak yang merasa dirugikan.

Kita pada dasarnya mengapresiasi atas langkah Pemkab Batanghari menutup sumur ilegal ini. Hanya saja, kegiatan ini jangan sampai seperti sinetron.

Perlu keseriusan, perlu ketegasan, dan perlu kerja keras. Personel harus ditambah, agar mengangkat moral dan kepercayaan diri orang-orang yang bekerja di lapangan menutup sumur ilegal ini. (*)

Editor: Deddy Rachmawan
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved