Gedung IKM di Desa Lambur I Diresmikan Bupati, Ternyata Upah Pekerja Belum Dibayarkan Kontraktor

Mendapat laporan itu, Romi terlihat kaget. Sebab, bagaimana mungkin gedung yang berdiri megah itu, uang upah para pekerja belum dibayarkan.

Gedung IKM di Desa Lambur I Diresmikan Bupati, Ternyata Upah Pekerja Belum Dibayarkan Kontraktor
tribunjambi/zulkifli
Gedung IKM yang diresmikan Bupati Tanjab Timur, ternyata meninggalkan masalah. Kontraktornya meninggalkan hutan dan belum membayar upah pekerja 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Gedung Industri Kecil Menengah (IKM), yang berada di Lambur I, Kecamatan Sabak Timur, telah diresmikan oleh Bupati Tanjab Timur, Rabu (30/1/2019).

Namun, dibalik pembangunan gedung itu, ternyata masih menyisakan masalah. Kontraktor pembangunan gedung yang menelan anggran Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 1,7 Milyar, meninggalkan hutang di toko bangunan dan pekerjanya dilapangan.

Setidaknya, ada Rp330 juta tanggung jawab kontraktor yang belum diselesaikan hingga saat ini.

Baca: Kunjungi Kantor Damkar, TK Kemala Bhayangkari 33 Tanjab Barat Dikenalkan tentang Keselamatan Dini

Baca: Ingin Bergaji Rp 771 Juta per Tahun Hanya Jadi Tukang Las? Ini Syarat-syaratnya

Baca: Rumor Perlakukan Istimewa ke Ahmad Dhani, Ini Kata Kepala Rutan Cipinang

Hal ini terungkap saat Bupati Tanjab Timur, H. Romi Hariyanto meresmikan bangunan IKM tersebut. Encuy yang mendapatkan borongan pekerjaan pembangunan, mengadukan ikhwal yang dilakukan Kontraktor kepadanya.

Menurutnya, uang yang belum dibayarkan kontraktor atas nama Usman, mencapai Rp330 juta lebih. Uang itu kata dia, berasal dari upah pekerja, material bangunan dan sewa molen yang belum dibayarkan hingga saat ini.

”Sudah berapa kali dilakukan mediasi tapi Pak Usman tidak pernah datang. Saya juga sudah tiga kali ke rumahnya, tapi beliau tidak ada. Hanya ada istrinya,” ungkap Encuy.

Baca: Vanessa Angel Jual Mobil Porsche Sebelum Ditahan, Pacar Cerita Momen Haru, Dia Sudah Tak Punya Duit

Baca: Padang Heboh dengan Sate Daging Babi, Penjual Langsung Buang Tusuk Sate ke Got saat Digerebek

Baca: Pemkot Jambi Siap Berikan Rp1 Juta, Bagi Siapa yang Memberi Laporan Adanya Penggunaan Narkoba

Menilai tidak ada itikad baik, Encuy pun telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tanjab Timur. Harapannya, uang yang menjadi haknya dapat dibayarkan.

”Harapan kita dibayarkan. Kami hanya minta hak kami,” harapnya.

Mendapat laporan itu, Romi terlihat kaget. Sebab, bagaimana mungkin gedung yang berdiri megah itu, uang upah para pekerja belum dibayarkan.

Romi pun mendukung upaya hukum yang dilakukan Encuy. Bahkan, saat itu, Romi juga langsung meminta ssisten pribadinya untuk mengecek dan memantau perkembaangan laporan Encuy.

Baca: Militer AS Geleng-gelang Kepala, TNI Hanya Kirim 1 Kapal Selam Untuk Hadang Kapal Perang AS

Baca: Vanessa Angel Kirim Foto dan Video Hot ke Mucikari Untuk Cari Pelanggan, Akhirnya Resmi Ditahan

Baca: Terungkap Sikap Orang Tua Bibi Ardiansyah, Lihat Anaknya Mati-matian Bela Vanessa Angel di Kasus PO

”Tolong ini dipantau,” singkatnya.

Sementara itu, Kapolres Tanjab Timur AKBP Agus Desri Sandi melalui Kanit Pidum Polres Tanjab Timur, Aitu Harahap saat dikonfirmasi mengiyakan adanya laporan tersebut.

Menurutnya, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan. Berdasarkan laporan beberapa pekerja dan toko bangunan memang belum dibayarkan.

”Sudah ada empat orang yang telah kita periksa terkait persoalan ini. Intinya masih tahap penyelidikan dan ini akan kita proses, kasihan para pekerja itu,” jelas Aiptu Harahap. (*)

Penulis: Zulkifli
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved