Breaking News:

Terungkap Ini Penyebab Kematian Singa dan Harimau di Taman Rimba, Begini Penjelasan Dokter

Dalam konferensi pers di Kantor BKSDA Jambi, penyebab matinya seekor singa dan harimau di Taman Rimba akhirnya terungkap.

Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Teguh Suprayitno
capture
BKSDA Jambi dan UPTD Taman Rimba menggelar jumpa pers terkait kematian singa dan harimau Sumatera di Taman Rimba Jambi. 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Penyebab matinya seekor singa dan harimau di Taman Rimba akhirnya terungkap. Dalam konferensi pers yang digelar di kantor BKSDA Jambi, dua dokter hewan yang menangani satwa itu angkat bicara.

Dokter dari pihak UPTD Taman Rimbo, drh Tarmizi mengatakan, kematian singa bernama Hori diakibatkan oleh gagal jantung. Hal itu terjadi setelah Hori mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya.

Sementara itu, kematian harimau Sumatera bernama Ayu karena adanya indikasi paru-paru basah (pneumonia).
Tarmizi bilang, itu dikarenakan adanya penumpukan cairan di paru-paru.

"Karena ada penumpukan cairan di paru-paru. Hal itu disebabkan sistem perkandangan. Yang kami ketahui, Ayu ini sering tidur di lantai," jelasnya, Minggu (27/1/2019).

Baca: VIDEO: Kepala BKSDA Jambi Beberkan Penyebab Kematian Ayu di Taman Rimba Jambi

Baca: Seminggu Singa dan Harimau Mati, Kepala Taman Rimba Jambi Sebut Kematian Karena Perilaku Satwa

Baca: Harimau Taman Rimba Mati lalu Dibakar, Diduga Gara-gara Paru-paru Basah

Baca: Begini Kronologi Kematian Hori, Singa Jantan di Taman Rimba Jambi

Sementara itu, dokter lain dari ZSL, drh Putra menambahkan, indikasi pneumonia itu terlihat pascaotopsi. Katanya, setelah otopsi terlihat alveoli (ujung saluran pernapasan) hancur.

"Setelah otopsi, terlihat alveoli hancur. Selain itu, kita juga melihat gangguan aktritis (sendi) akibat dari sering tidur di lantai," kata Putra.

Dia menengarai, kebiasaan tidur di lantai disebabkan tempat tidur satwa itu kurang besar.

"Tempatnya kurang. Dengan postur segitu, papannya tidak cukup," katanya.

Dia juga membenaekan, paru-paru basah yang diidap Ayu disebabkan sistemik atau kebiasaan satwa itu.
Untuk itu, ke depannya dia berharap agar para penjaga satwa (keeper) lebih aktif dalam membentuk perilaku satwa.

"Kita harap kepada keeper supaya lebih aktif. Sebab, paru-paru basah ini gara-gara sistemik. Karena prilaku," sebutnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved