Terdata 23 Penderita HIV AIDS di Muarojambi, Dinkes Lakukan Pendampingan 10 Penderita

“Data terakhir itu dari tahun 2004 sampai sekarang jumlah penderita HIV tercatat ada 23 orang. Tapi yang kita lakukan pendampingan itu ada 10 orang,”

Terdata 23 Penderita HIV AIDS di Muarojambi, Dinkes Lakukan Pendampingan 10 Penderita
kompas.com
Ilustrasi. Gejala yang paling umum dari infeksi HIV adalah demam, ruam dan sakit tenggorokan. Gejala lainnya adalah kelelahan, pusing, dan diare. Kondisi ini terjadi karena reaksi tubuh terhadap infeksi HIV. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Muarojambi, hingga saat ini masih melakukan pendampingan terhadap penderita HIV AIDS.

Sekretaris Dinas Kesehatan Muarojambi, Yes Isman mengatakan, angka pembinaan tersebut berbeda dengan angka data jumlah penderita HIV AIDS di Kabupaten Muarojambi.

“Data terakhir itu dari tahun 2004 sampai sekarang jumlah penderita HIV tercatat ada 23 orang. Tapi yang kita lakukan pendampingan itu ada 10 orang,” jelasnya.

Baca: Mengintip Sosok Anisha Dasuki Moderator Debat Capres-Cawapres Tahap 2, Ini Deretan Fotonya

Baca: Bawa Pulang Toyota Avanza Hanya 50 Juta, Catat Tanggalnya, 30 Januari 2019

Baca: Vanessa Angel Ungkap Tak Cocok dengan Ayahnya Sejak Remaja, Alasannya Dibongkar

Menurut Yes Isman, sisanya 13 orang yang tidak mendapatkan pendampingan tersebut dikarenakan tidak terpantau. Karena diakuinya, sebagian tidak tahu lagi ada yang pindah ada yang meninggal.

“Yang jelas, sekarang 10 orang yang kita tangani dan aktif berobat itu di RS Umum Ahmad Ripin, dengan pemberian obat ARV atau antiretroviral yang tujuannya untuk mempertahankan diri dan memperbaiki kondisinya,” jelas Yes Isman

Sementara itu, untuk obat yang diambil oleh penderita HIV tersebut gratis. Artinya kata Yes Isman, tidak ada pungutan dalam penembusan obat untuk penderita HIV yang mengambil obat ARV.

Baca: Musim Duku Tahun Ini, Harga Duku Anjlok, Petani di Tanjabtim Terpaksa Jual Murah

Baca: Belanda Pontang-panting, Hadapi Pasukan Naga Rancangan Benny Moerdani & Dikomandoi Soeharto

Baca: Artis Sinetron Bagi-bagi Uang di Jalan, Berdandan Bak Orang Gila, Dipuji Netizen

“Obat itu gratis dan obat itu dimakan setiap hari tanpa putus. Untuk obat kita tersedia cukup dan itu ada bantuan dari pusat. Jadi, kita harapkan jangan khawatir untuk mengambil obat,” tuturnya.

Selain itu, ada beberapa upaya yang dilakukan Dinas Kesehatan dalam memantau penderita HIV di Muarojambi. Satu diantaranya adalah langsung melakukan komunikasi dengan penderita jika memang di mungkinkan, ada sesuatu hal yang terjadi oleh penderita HIV tersebut.

“Di samping itu kita pantau penderita HIV ini juga melalui kontak. Kalau dia sakit atau bagaimana itu tetap lapor kita supaya kalau ada apa-apa kita arahkan ke petugas kita yang sudah terlatih,” terangnya.

Puluhan mahasiswa dari KSR IAIN Sulthan Thaha Jambi memperingati hari AIDS Dunia dengan menggelar aksi damai, Selasa (1/12) beberapa waku lalu
Puluhan mahasiswa dari KSR IAIN Sulthan Thaha Jambi memperingati hari AIDS Dunia dengan menggelar aksi damai, Selasa (1/12) beberapa waku lalu (TRIBUNJAMBI/DEDY NURDIN)

Lebih lanjut Ia menerangkan bahwa ada satu rumah sakit dan dua puskesmas yang memiliki tenaga yang terlatih dalam melakukan penanganan kasus HIV. Di ungkapkannya bahwa tenaga terlatih tersebut berada di RSUD Ahmad Ripin, Puskesmas Muara Kumpeh dan Puskesmas Jambi Kecil.

“Ada namanya kegiatan visiting atau konseling yang ingin konsultasi tersebut sampelnya kita ambil apakah positif atau tidak nanti hasilnya kita berikan,” ujarnya.

Baca: VIDEO: Detik-detik Penyelamatan Nelayan, Sujud Syukur hingga Peluk Awak Kapal yang Selamatkannya

Baca: Gurita Bisnis Eka Tjipta Widjaja, Mulai Jualan Door to Door Tamat SD, Kini Terkaya No 2

Upaya lainnya untuk pencegahan, pihaknya melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah. Hal ini untuk memberikan pengetahuan dari remaja guna pencegahan HIV, ini juga agar remaja menghindari hal-hal yang menyebabkan penyakit HIV.

“Hal lain kita lakukan skrining itu ibu-ibu yang beresiko ibu hamil apakah ada ditemukan indikasi HIV sehingga kita bisa ke pencegahan jika ada kemudian yang terkena itu kita periksa intensif, positif atau negatifnya,” pungkasnya.(*)

Penulis: samsul
Editor: budi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved