Seminggu Singa dan Harimau Mati, Kepala Taman Rimba Jambi Sebut Kematian Karena Perilaku Satwa

Pasca kematian singa dan harimau, Kepala UPTD Taman Rimbo, Taufiq Bukhari mengatakan telah melakukan evaluasi.

Seminggu Singa dan Harimau Mati, Kepala Taman Rimba Jambi Sebut Kematian Karena Perilaku Satwa
Tribunjambi/Mareza
Taufiq (dua dari kanan), Kepala UPTD Taman Rimba Jambi menyampaikan rilis kepada awak media di kantor BKSDA Jambi, Minggu (27/1/2019). 

Laporan wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pasca kematian singa dan harimau, Kepala UPTD Taman Rimbo, Taufiq Bukhari mengatakan telah melakukan evaluasi. Diketahui dua satwa itu mati dalam waktu seminggu.

"Kita sudah lakukan evaluasi, dan ke depannya akan kita perbaiki lagi," katanya, saat menggelar konferensi pers di kantor BKSDA Jambi, Minggu (27/1/2019).

Kata Taufiq, matinya singa jantan bernama Hori di Taman Rimba Sabtu (19/1/2019) lalu itu dikarenakan gagal jantung.

Menurutnya, hewan yang didatangkan dari Taman Safari Bogor pada 2016 lalu itu mengalami gagal jantung, setelah menderita luka di beberapa bagian tubuhnya.

Taufiq bilang, luka yang diderita Hori merupakan proses alamiah dalam perkawinan. Pihaknya juga sudah melakukan penanganan medis terhadap luka tersebut.

Selang seminggu, seekor harimau Sumatera betina bernama Ayu juga mati. Hasil diagnosa, kematiannya disebabkan paru-paru basah (pneumonia). 

"Ada perilaku tidur unik pada Ayu. Dia sering tidur di lantai. Padahal di kandang ada dua meja. Kadang tidur di meja, kadang tidur di lantai. Tapi cenderung tidur di lantai," terangnya.

Akibatnya, terdapat cairan dan lendir yang ditemukan pada paru-paru Ayu setelah diotopsi.

Pasca kejadian tersebut, kata Taufiq, pihak Taman Rimba ke depan akan berkoordinasi dengan dokter hewan, dan juga mitra konservasi.

Baca: Harimau Taman Rimba Mati lalu Dibakar, Diduga Gara-gara Paru-paru Basah

Baca: Begini Kronologi Kematian Hori, Singa Jantan di Taman Rimba Jambi

Baca: Narkoba Jenis Baru, Sabu-sabu Mirip Air Mineral, Waspada Kalau Nemu Harganya Segini

Baca: Hotman Paris Blak-blakan Sebut Nama Artis-artis ini Pernah Jadi Asisten Pribadinya

Baca: Eka Tjipta Widjaja, Orang Terkaya Nomor 3 di Indonesia ini Berasal dari Keluarga Miskin

Kematian satwa di Taman Rimba ini bukan kali pertama. Sebelumnya, harimau di kebun binatang Taman Rimbo juga pernah terjadi. Namun Taufiq mengatakan kematian sebelumnya dikarenakan perilaku ilegal, sementara kematian kali ini karena faktor perilaku satwa sendiri.

Ketika ditanya mengenai pakan satwa tersebut, Taufiq mengatakan, kedua kamnivora itu diberi makan berupa daging celeng masing-masing sekitar 5 kilogram sehari. Adapun anggaran yang dihabiskan untuk pakan dan tenaga kerja, sekitar Rp 2,6 miliar, dengan rincian sekitar Rp 1,3 miliar untuk pakan.

Menurutnya, pihak Taman Rimba sudah melakukan penanganan maksimal terhadap dua satwa tersebut. Dia bilang, tidak ada yang ditutup-tutupi. Mengenai lambatnya sampai informasi kematian Hori, kata Taufiq, karena pihaknya tengah fokus menangani Ayu yang juga sudah mulai sakit saat itu.

"Tidak ada yang ditutup-tutupi. Kita sudah rutin melakukan pemantauan. Kemarin, kita juga sedang fokus untuk melakukan penanganan terhadap Ayu," jelasnya.

Ke depan, dia berharap pihaknya akan maksimal dalam menangani satwa yang ada di Taman Rimba, sehingga kematian satwa semacam ini tidak terulang lagi.

Baca: Balasan Jenderal Suryo Prabowo ke Bawaslu Usai Tegur Sandiaga Uno di Jambi, Bandingkan dengan Jokowi

Baca: Mengintip Sosok Anisha Dasuki Moderator Debat Capres-Cawapres Tahap 2, Ini Deretan Fotonya

Baca: Terdata 23 Penderita HIV AIDS di Muarojambi, Dinkes Lakukan Pendampingan 10 Penderita

Baca: Pemkab Tanjung Jabung Timur Buka Lelang Jabatan Eselon II, Ini Formasinya

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved