Limbah Medis Pernah Dicuri, RSUD Ahmad Ripin Akan Perketat Keamanan

Saat ini pengelolaan limbah B3 Rumah Sakit Daerah (RSUD) Ahmad Ripin, Sengeti diserahkan sepenuhnya kepada pihak ketiga.

Limbah Medis Pernah Dicuri, RSUD Ahmad Ripin Akan Perketat Keamanan
Tribunjambi/Samsul Bahri
Kondisi tempat penampungan limbah milik RSUD Ahmad Ripin, Sengeti. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI-Saat ini pengelolaan limbah B3 Rumah Sakit Daerah (RSUD) Ahmad Ripin, Sengeti diserahkan sepenuhnya kepada pihak ketiga. 

Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Ahmad Ripin, Lindawati mengatakan, selama ini limbah RSUD Ahmad Ripin dikumpul di tempat penampungan limbah yang ada di Rumah Sakit. Adapun untuk limbah yang ada di RSUD Ahmad Ripin terdiri atas limbah medis dan limbah kering.

"Kita kerjasama dengan pihak ketiga untuk masalah limbah, jadi kita kumpulkan dulu limbah yang ada kemudian sudah menumpuk baru kita telepon dan mereka ambil. Kemudian mereka bawa ke Jakarta, sudah itu hasilnya  baru serahkan ke kita," jelasnya.

Kerjasama soal limbah yang di serahkan pada pihak ketiga tersebut berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 101 tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Racun. Kata Linda, pihaknya juga melakukan pemilihan sampah medis dan kering.

"Kita sampah itu ada tempat sementara, itu kita lakukan pemilahan. Sampah medis itu kita pakai kantong kuning, sedangkan kantong hitam itu untuk sampah kering. Tempatnya juga kita bedakan," sebutnya.

Ia mengatakan bahwa sebelum adanya aturan baru tersebut, untuk penangganan limbah pihaknya memiliki alat Incenerator atau mesin penghancur.

"Jadi limbah kita angkut kemudian di hancurkan dan dibakar, tapi untuk sekarang alatnya sudah rusak, dan ada aturan untuk kerjasama dengan pihak ketiga, jadi kita sekarang kerjasama dengan pihak ketiga," katanya.

Baca: Perdana Vanessa Angel Bertemu Ayahnya Usai Tersangkut Kasus Prostitusi Online, Keduanya Canggung

Baca: Ratusan Habib di Jatim Deklarasi Dukung Pasangan Jokowi-Maruf Amin, Hidup Jokowi Bergema

Baca: Seminggu Singa dan Harimau Mati, Kepala Taman Rimba Jambi Sebut Kematian Karena Perilaku Satwa

Baca: Eka Tjipta Widjaja, Orang Terkaya Nomor 3 di Indonesia ini Berasal dari Keluarga Miskin

Baca: Ibunya Sampai Tak Mengenali, Sosok Ini 15 Tahun Operasi Sampai Mirip Michael Jackson

Sementara itu, terkait dengan kendala yang ada dalam permasalahan limbah pihak RSUD Ahmad Ripin belum memiliki tempat yang strategis untuk pengumpulan sampah. Untuk itu, saat ini pihaknya semaksimal mungkin menggunakan tempat penampungan yang ada.

"Tempat pengumpulan ini yang kita rencanakan untuk dibangun, jadi memang ada tempat yang sekarang ini kurang layak. Makanya kalo sudah numpuk itu kita telpon untuk di angkut," terangnya.

Kondisi tempat sampah medis milik RSUD Ahmad Ripin yang kurang layak, kata Linda tidak menyebabkan permasalahan limbah. Pasalnya tempat penampungan limbah itu jauh dari lingkungan masyarakat dan areal RS.

"Itu cukup jauh dari masyarakat, tempat penampungan sekarang itu juga tempat Incenator yang lama. Jadi tidak ada masalah dengan lingkungan," sebutnya.

Sementara itu, Dirut RSUD Ahmad Ripin, dr Ilham saat di konfirmasi mengenai keamanan dalam penampungan sampah medis, mengakui pernah ada kasus adanya sampah medis yang diambil oleh orang tidak bertanggungjawab. Untuk itu, di tahun 2019 ini pihaknya akan membangun pagar di sekeliling RS untuk lebih mengamankan lingkungan RS.

"Untuk kasus itu pernah ada sekali, sampah medis diambil sama orang, jadi kedepan itu di anggaran 2019 ini kita mengajukan untuk buat pagar keliling. Jadi tidak ada lagi orang yang tidak bertangungjawab untuk masuk bebas di RS," pungkasnya.

Baca: Narkoba Jenis Baru, Sabu-sabu Mirip Air Mineral, Waspada Kalau Nemu Harganya Segini

Baca: Ustaz Arifin Ilham Sudah Bisa Berlari-lari, 4 Hari Lagi Pulang ke Tanah Air

Baca: Harimau Taman Rimba Mati lalu Dibakar, Diduga Gara-gara Paru-paru Basah

Baca: Begini Kronologi Kematian Hori, Singa Jantan di Taman Rimba Jambi

Penulis: syamsul
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved